Dark/Light Mode

Wabah Narkoba Semakin Mengerikan

Selasa, 11 Juni 2024 06:34 WIB
Prof. Tjipta Lesmana
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Narasumber MetroTV terang-terangan mengatakan kepolisian pihak yang paling parah dalam pat-gulipat urusan narkoba. Soalnya, polisi mendapat tugas negara untuk memberantas dan menindak secara hukum setiap kasus narkoba, tapi dalam ­praktek tidak sedikit oknum kepolisian yang justru “ikut bermain” dalam jual-beli barang haram ini.

Anda masih ingat kasus raksasa narkoba yang melibatkan seorang Irjenpol Polisi (Bintang dua) dengan jaringan luar negeri (Taiwan) dan melibatkan seorang perempuan cantik. ­Entah berapa ton narkoba yang diperjual-belikan.

Baca juga : Demokrasi Dan Pendidikan

Di tingkat awal proses hukum narkoba, uang bergentayangan. Pelaku atau tersangka berkelit mati-matian untuk meloloskan diri, terutama dengan cara sogok.

Di tingkat tuntutan hukum dan peradilan, factor uang semakin dominan dimainkan oleh tersangka untuk lolos dari jeratan hukum. Setelah divonis hakim, peran itu “diambil-alih” oleh penjara (lapas). Narasumber Tempo setengah senyum bercerita bahwa sipir maupun kepala Lapas cukup berkuasa untuk “memperberat” atau “memperingan” hukuman terpidana di penjara; semua pakai “fulus”.

Baca juga : Hijaukan IKN, Jokowi Resmikan Persemaian Mentawir

Dengan rantai-negosiasi yang begitu panjang untuk lepasnya terpidana atau keringanan hukuman terhadap terpidana, bagaimana pemerintah Indonesia mampu memberantas kriminalitas narkoba yang sudah ­begitu mengerikan dan menewaskan sekian banyak rakyat karena mengkonsumsi “makanan” ­beracun itu?

Bagaimana peran BNN (Badan Narkotika Nasional) dalam memberantas kriminalitas narkotika di negara kita? ­Narasumber Metro TV menjawab: BNN cukup bagus kerejanya, namun belum efektif sepenuhnya.

Baca juga : Undang Penguin Ke Pernikahan

BNN harus diperkuat; yang tidak kalah penting political will yang kuat dari pemerintah Jokowi untuk benar-benar membunuh narkoba, racun yang bisa melemahkan mental rakyat!

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.