Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Lily, Petualang Cilik Usia 14 Bulan Ke Melbourne Dan Kokpit Garuda
Rabu, 26 Juni 2024 09:24 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Cucu saya, Lily, bayi mungil berusia 14 bulan, baru saja menorehkan pengalaman luar biasa: menjelajah Melbourne, Australia, dan berpose di kokpit pesawat Garuda!
Saya dan istri sempat juga beberapa hari menemani cucu saya ini di Melbourne, dalam perjalanan ke Sydney untuk menghadiri Global Health Security Conference di bulan Juni 2024.
Lily, bayi usia 14 bulan, cucu dari Prof Tjandra Yoga Aditama saat berpose di kokpit maskapai Garuda Indonesia. Dok Istimewa.
Lily bisa ke Melbourne karena Ibunya, yakni anak saya yang kebetulan menghadiri peringatan ulang tahun ke 150 tahun kantor tempat kerjanya, Orica.
Orica adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan dan berpusat di Melbourne. Salah satu bidang usahanya adalah dukungan pada beberapa pertambangan skala besar di negara kita.
Bagi orang tua, kakek dan neneknya, tentu pengalaman pertama membawa bayi 14 bulan ini jalan-jalan ke luar negeri.
Baca juga : Fase Pemulangan Dimulai, Kemenag Doakan Jemaah Haji Raih Kemabruran
Ada tiga pengalaman menarik di bandara. Pertama, ternyata orang tuanya lupa mengisi kartu imigrasi untuk si bayi ini. Dikiranya tidak perlu.
Ketika sampai di loket imigrasi, sesudah mengantre tentunya, kami diberitahu kartu imigrasi si bayi harus diisi. Terpaksa keluar dari antrean dan mengisi dulu, baru kemudian mengantre kembali.
Kedua, sambil mengisi kartu imigrasi bayi, kami baru sadar bahwa salah satu tas bayi ketinggalan di pesawat. Untungnya setelah diurus, ternyata bisa diambil dari kabin pesawat.
Yang ketiga, usai huru-hara tidak mengisi kartu imigrasi dan ketinggalan tas bayi, akhirnya kami semua, sampai di ruang tunggu kedatangan. Kemudian baru sadar bahwa kereta bayi (stroller) yang dibawa dari Jakarta ternyata belum kami ambil dari tempat bagasi kedatangan.
Tentu kami tidak bisa masuk ke dalam ruang bandara lagi, tetapi untungnya pelayanan lost and found bandara Melbourne amat profesional dan sangat membantu.
Baca juga : Visa Bekali Kaum Perempuan Di Asia Tenggara Dengan Keterampilan Digital
Mereka mengambil dari dalam ruangan kedatangan dan memberikannya kepada kami. Pengalaman ini tentu berguna bagi orang tua dan kakek neneknya yang membawa bayi: harus diingat secara detail barang bawaan. Supaya jangan ada yang ketinggalan.
Selama di Melbourne, Lily senang-senang saja. Tiap hari jalan-jalan dengan stroller dan mengenakan baju tebal, karena suhu lumayan dingin. Di bawah 5 derajat celsius, bahkan pernah minus 1 derajat di pagi hari.
Jadi Lily 14 bulan ini sudah menikmati berbagai obyek wisata Melbourne, termasuk sungai Yarra, Swanston Street, stasiun Flinders, Victoria Market, Brighton Bath box dan juga kebun binatang Melboune zoo yang ada area kupu-kupu yang diberi penghangat ruangan agar ratusan kupu-kupu dapat tetap beterbangan di musim dinginnya Melbourne.
Saya jadi ingat pernah ke kantor CDC (Center of Disease Control) Amerika Serikat di kota Atlanta, dimana mereka juga ada ruangan laboratorium yang diberi pemanas untuk memelihara berbagai jenis nyamuk yang mungkin berhubungan dengan penyakit pada manusia.
Nah, dalam perjalanan pulang dari Melbourne ke Jakarta, rupanya Lily banyak senyum dan tidak menangis dalam 6 jam penerbangan. Ia juga disenangi oleh para pramugari Garuda kita yang amat ramah.
Baca juga : Jelang Piala Asia, STY Bangun Kekompakan Pemain Naturalisasi Dan Lokal
Sesudah pesawat tiba di Bandara Soekarno-Hatta dan semua penumpang turun, Lily si bayi 14 bulan ini, Alhamdulillah diberi kesempatan masuk ke kokpit. Ia berpose di kursi pilot pesawat Garuda tercinta kita.
Saya saja yang sudah berumur hampir 70 tahun dan entah sudah berapa puluh kali naik pesawat ke berbagai negara, belum pernah berfoto dalam kokpit penerbangan internasional.
Foto di kokpit tentu betul-betul pengalaman tak terlupakan bagi bayi Lily, walaupun sekarang mungkin dia belum mengerti. Foto dan cerita ini tentunya InsyaAllah akan jadi memori digital, kenangan indah ketika Lily sudah besar kelak.
Prof Tjandra Yoga Aditama, menemani cucu ke Melbourne dalam perjalanan mengikuti Konferensi Ketahanan Kesehatan Global 2024
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya