Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan
Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - WHO Kembali Nyalakan Lonceng Bahaya Virus Dari Negeri Samba Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali membunyikan lonceng bahaya epidemiologi atau epidemiological-alert, pada Juli 2024 ini.
Kali ini, ancaman datang dari virus Oropuche (OROV), yang telah merenggut dua nyawa di Brasil. Virus ini bukan pemain baru, sudah ada sejak tahun 1955. Hampir 70 tahun, sama persis dengan umur saya.
Namun, baru kali ini dilaporkan menyebabkan kematian. Otoritas kesehatan Brasil pada 25 Juli 2024 lalu, melaporkan dua kasus kematian OROV, dan ini laporan kematian pertama di dunia.
Baca juga : Kejagung Tangkap Dan Tahan Anggota DPR Dari NasDem
Lebih mengkhawatirkan lagi, ada dugaan OROV dapat menular dari ibu ke anak, bahkan menyebabkan keguguran.
WHO Amerika pada 18 Juli 2024 telah mengeluarkan seruan kewaspadaan dan memberitahu negara-negara, tentang kemungkinan penularan Ibu anak ini dan meminta peningkatan surveilan kejadian tersebut.
Sejauh ini, OROV baru terdeteksi di lima negara Amerika Latin: Brasil, Bolivia, Peru, Kuba, dan Kolombia. Penularannya terjadi melalui gigitan serangga, termasuk nyamuk Culex quinquefasciatus.
Baca juga : Ketum Tidar Apresiasi Anak Muda Dirikan Organisasi Sayap Partai Gerindra Di Luar Negeri
Pada keadaan sangat jarang dapat terjadi meningitis, radang selaput otak. Gejala yang ditimbulkan mirip dengan penyakit yang tak asing di Indonesia, yaitu demam berdarah dengue (DBD).
Penderita OROV mengalami demam, sakit kepala, nyeri sendi, fotofobia atau sensitif terhadap cahaya, diplobia atau penglihatan ganda, mual, dan muntah. Pada kasus yang jarang, dapat terjadi radang selaput otak (meningitis).
Oropuche ini punya 4 jenis genotipe, dan kita tahu bahwa Dengue juga ada 4 strain virusnya. Pertanyaan besarnya, apakah OROV berpotensi menjadi wabah global?
Baca juga : Genjot Kualitas SDM, Sarana Jaya dan Universitas Brawijaya Teken Kerja Sama
WHO Amerika saat ini tengah mengamati perkembangan epidemiologi virus ini dan mengimbau negara-negara untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk pengawasan entomologi atau ilmu tentang serangga dan pengendalian vektor penyakit.
Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama, Direktur Pascasarjana Universitas YARSI, Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya