Dark/Light Mode

AMR Dan One Health, Yaspen Dan BRIN

Selasa, 27 Agustus 2024 17:33 WIB
Prof. Tjandra Yoga
Prof. Tjandra Yoga
Pemerhati Kesehatan

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada 26 Agustus 2024, saya berkesempatan membawakan Orasi Ilmiah pada wisuda Akademi Keperawatan Yaspen Jakarta. 

Saya ucapkan selamat kepada para lulusan baru, sembari menyampaikan pesan bahwa mereka harus siap menghadapi tantangan kesehatan di lapangan.

Salah satu tantangan penting yang dihadapi adalah Antimicrobial Resistance (AMR). Saya mengingatkan bahwa antibiotik pertama yang ditemukan di dunia adalah penisilin, yang ditemukan oleh Alexander Fleming pada tahun 1929. 

Fleming kemudian dianugerahi Hadiah Nobel pada Desember 1945 berkat penemuan ini. 

Pada tahun yang sama, beberapa bulan setelah Indonesia merdeka, Fleming sudah memperingatkan bahwa akan tiba masanya ketika penisilin dan antibiotik lainnya dapat dibeli bebas oleh masyarakat. 

Baca juga : AMR & One Health

Akibatnya, seseorang dapat mengonsumsi antibiotik dalam dosis yang tidak mencukupi, sehingga mikroba tidak sepenuhnya terbunuh dan akhirnya menjadi kebal. 

"Penerawangan" Fleming 79 tahun lalu itu kini telah terbukti benar. Cukup banyak masyarakat kita yang mengonsumsi antibiotik tanpa anjuran dokter atau petugas kesehatan, sehingga resistensi pun terjadi.

Di sisi lain, antibiotik juga digunakan pada hewan peliharaan, bahkan lebih banyak dibandingkan penggunaannya pada manusia. Pada beberapa kasus, antibiotik diberikan sebagai pemacu pertumbuhan (growth promoter) pada hewan. 

Ketika hewan tersebut dikonsumsi manusia, antibiotik yang ada dalam dagingnya juga ikut masuk ke tubuh kita. Inilah sebabnya, untuk menangani AMR, kita memerlukan pendekatan One Health, yang tidak hanya melibatkan kesehatan manusia, tetapi juga kesehatan hewan dan lingkungan.

Sehari setelah berbicara di Yaspen, pada 27 Agustus 2024, saya kembali menyampaikan presentasi pada acara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), juga mengenai topik One Health, kali ini dalam konteks riset.

Baca juga : Soal Tapera Belum Reda

Ada tiga ruang lingkup penelitian yang saya bahas. Pertama, "Framework for One Health Research," kedua, "Research Priorities on One Health: A Bibliometric Analysis," dan ketiga, "Future Direction for One Health Research."

Saya juga menyoroti "6 action tracks" pengendalian One Health, dengan fokus pada tiga di antaranya, yakni AMR, pengendalian penyakit menular (termasuk penyakit menular terabaikan yang masih ada di negara kita), dan antisipasi pandemi mendatang. Ketiga hal ini harus menjadi prioritas kajian riset kita.

Saya tegaskan bahwa riset tentang One Health seharusnya menjadi salah satu agenda penting BRIN. Apalagi, ketika Indonesia memegang Keketuaan ASEAN, telah diluncurkan "Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Inisiatif One Health," yang menegaskan pentingnya pengembangan riset di bidang ini.

AMR dan One Health adalah dua masalah kesehatan yang sangat penting. Harus diakui, pemahaman dan kesadaran masyarakat serta penentu kebijakan publik masih perlu ditingkatkan. 

Peran aktif media massa seperti Rakyat Merdeka sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan ini.

Baca juga : Opa Dan Oma Hidup Permanen Di Lautan

Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Guru Besar FKUI

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.