Dark/Light Mode
Road-Map Menuju Langit (13)
Tahap Pertama: Dari al-Khalq Menuju al-Haq (2)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Para pencari Tuhan (salikin) yang sudah sampai di maqam Haqqani sudah mulai terbebas dari hijab-hijab ananiyyah dan inniyyah. Bahkan ia sudah sering mengalami fana’. Ia juga sudah terbebas dari hijab-hijab kegelapan (dhulmi) seperti perbuatan dosa dan maksiat yang dilakukan oleh anggota badan, yang sering dilakukan oleh orang-orang awam.
Tantangan selanjutnya bagaimana ia berusaha membebaskan diri secara permanen terhadap hijab-hijab cahaya (nurani) yang sering menghadag para salik di level atas. Contoh hijab nurani ialah terselipnya rasa kesombongan (istikbar) dan kebanggan (‘alin) di dalam diri salik.
Baca juga : Tahap Pertama: Dari al-Khalq Menuju al-Haq (1)
Hijab istikbar membanggakan asal-usul seperti yang pernah menjatuhkan Iblis dan hijab ‘alin membanggakan prestasi seperti yang pernah dialami malaikat.
Salik yang sudah masuk di dalam maqam ini sudah sering mengalami fana’ (disappear/perish/annihilate), suasana batin ketika sang salik mengalami ketidaksadaran sensorial, karena sudah merasa menyatu dengan Tuhan.
Baca juga : Mengenal Konsep Tanazul Dan Taraqqi
Fana’ adalah ciri khas dan merupakan pemandangan sehari-hari bagi para salik yang berada di safar awal (mi al-Khalq ila al-Haq). Fana’ bisa terjadi manakala seseorang sudah mampu meninggalkan kesadaran al-’alam al-katsrah/the manyness (al-khalq) dan beralih kepada kesadaran al-’alam al-wahdah/the Oneness (al-Haq).
Al-’alam al-katsrah adalah salah satu hijab nurani bagi seorang salik di dalam al-safar al-awwal. Jika ingin memulai perjalanan sucinya maka sang salik harus meninggalkan hijab tersebut dengan beralih ke al-’alam al-Haq.
Baca juga : Hakekat Insan Kamil (2)
Salik pada maqam ini harus mempu melihat alam ini bukan lagi “banyak” tetapi sudah “satu”. Jika sudah demikian adanya maka sang Salik sesungguhnya sudah berada dalam suasana fana’.
Suasana fana’ dalam perspektif tasawuf sebagaimana diuraikan oleh Kamal al-Haidhari dalam kitabnya: Maratib al-Sair wa al-Suluk ila Allah, memiliki beberapa tingkatan, antara lain: Pertama, fana’ dari keterikatannya dengan dirinya sendiri secara fisik (al-fana’ ‘an al-ta’alluqat al-nafsiyyah). Kedua, fana’ dari keter gantungannya dengan kalbunya (al-fana’ ‘an al-ta’alluqat al-qalbiyyah), dan ketiga, fana’ dari zat dan segala materi (al-fana’ ‘an al-dzati).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.