Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
Sebelumnya
Maka ketertarikan Paus Fransiskus terhadap Pancasila menggambarkan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Indonesia ini bisa diterima dan diterapkan di banyak negara, bahkan di negara-negara dengan latar belakang budaya dan agama yang berbeda. Paus Fransiskus sendiri telah lama menekankan pentingnya persatuan umat manusia dalam menghadapi tantangan global, seperti kemiskinan, ketidakadilan sosial, dan krisis lingkungan.
Dari itu salah satu langkah awal yang penting, adalah mempromosikan nilai-nilai Pancasila dalam forum-forum internasional, seperti PBB, G20, atau ASEAN, di mana isu-isu global yang mendesak seperti perdamaian, keadilan sosial, hak asasi manusia, dan perubahan iklim menjadi agenda utama. Pancasila, sebagai ideologi yang mengedepankan prinsip kemanusiaan dan keadilan, bisa menjadi dasar untuk membangun kesepahaman yang lebih luas antara negara-negara dengan sistem politik dan ideologi yang berbeda.
Baca juga : Kepemimpinan Pramono-Rano Di Tengah Gelombang Tantangan Jakarta
Selain itu, prinsip Persatuan Indonesia, yang terkandung dalam sila ketiga, mengajarkan pentingnya menjaga kesatuan di tengah perbedaan. Dalam konteks global, ini berarti bahwa dunia harus mengedepankan prinsip persatuan dan kerja sama antarbangsa, meskipun memiliki perbedaan dalam hal budaya, agama, atau sistem politik. Persatuan bukan berarti menghapuskan perbedaan, melainkan menemukan titik temu untuk mewujudkan tujuan bersama, seperti perdamaian dunia dan kesejahteraan umat manusia.
Prinsip tersebut sangat relevan dalam era globalisasi, di mana dunia semakin terhubung, namun juga semakin terfragmentasi oleh perbedaan yang sering kali dimanfaatkan untuk kepentingan politik atau ekonomi tertentu. Maka untuk memastikan bahwa pembumian Pancasila di dunia bukan hanya sebuah wacana, Indonesia harus menjadi contoh konkret dalam penerapan nilai-nilai tersebut.
Baca juga : Mewaspadai Dampaknya Bagi Geopolitik Indonesia
Indonesia, sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara dan dengan keberagaman budaya, agama, dan etnis yang luar biasa, memiliki potensi untuk menjadi kekuatan pendorong dalam mempromosikan nilai-nilai Pancasila secara global. Melalui diplomasi internasional, kerja sama multilateral, serta keterlibatan aktif dalam organisasi internasional, Indonesia dapat menunjukkan bahwa Pancasila bukan hanya sebuah ideologi lokal tetapi juga sebuah filosofi yang dapat menginspirasi dunia untuk hidup lebih berdamai dan lebih adil.
Dengan demikian semakin jelas bahwa Pancasila, dengan prinsip-prinsipnya yang universal, dapat menjadi dasar untuk membangun kerja sama internasional yang lebih inklusif, berbasis pada nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan keberlanjutan.
Baca juga : Memperkuat Pemerintahan Daerah Untuk Stabilitas Papua Dan Geopolitik Indonesia
Dalam menghadapi tantangan global seperti ketidaksetaraan sosial, konflik, dan perubahan iklim, Pancasila menawarkan perspektif yang lebih manusiawi dan lebih holistik. Oleh karena itu, pembumian Pancasila di dunia bukan hanya soal memperkenalkan dasar negara Indonesia tetapi juga untuk menjadikannya sebagai pijakan moral dalam membangun dunia yang lebih damai dan berkeadilan.
Prof. Dr. Drs, Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah anggota Dewan Pakar BPIP RI Bidang Geopolitik dan Geostrategi Manajemen Pemerintahan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya