Dark/Light Mode

Moderasi Beragama Di Indonesia (38)

Dekadensi Atau Pembengkakan Kualitas?

Sabtu, 1 Maret 2025 05:10 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Ironisnya, dalam ormas-ormas keagamaan pun sering kita mendengarkan faktor uang ikut berbicara dalam even penggantian pengurus. Kelompok ini mengarahkan kesimpulannya pada tanda-tanda hari kiyamat sudah dekat, sebagaimana disinggung di dalam hadis bahwa tanda-tanda kecil (shugra) ialah manakala akhlak dan lingkungan hidup masyarakat sudah mengalami kerusakan parah.

Kelompok optimistik beranggapan bahwa yang terjadi dewasa ini bukanlah dekadensi moral secara fatal seperti yang digambarkan tadi. Akan tetapi yang terjadi saat ini ialah pembengkakan kualitas umat dan warga bangsa. Akibatnya budaya membeo dan yesman sudah mulai ditinggalkan orang. Mereka membedakan secara kritis antara dekadensi moral dan pembengkakan kualitas umat.

Baca juga : Antara Jihad Dan Fasad (Bagian 2)

Yang terjadi di dalam masyarakat kita bukan krisis keadaban publik tetapi meningkatnya daya kritis masyarakat sebagai akibat dari peningkatan kualitas pendidikan yang berbandi dengan ng lurus terbukanya kebebasan berpendapat di dalam masyarakat. 

Pandangan kritis yang disampaikan seseorang atau kelompok orang tidak mesti harus diartikan sebagai ketidak beradaban. Situasi batin dan mental sebagian di antara kita, ada yang belum bersedia menerima perubahan drastis ini.

Baca juga : Antara Jihad Dan Fasad (Bagian 1)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Sabtu, 1 Maret 2025 dengan judul "Moderasi Beragama Di Indonesia (38) Dekadensi Atau Pembengkakan Kualitas?"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.