Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Menurut Ahmad Ramali, perintah supaya meminum air sungai itu hanya diizinkan dengan cedukan tangan, berarti suatu prophylaxis terhadap lintah yang karena diciduk akan kelihatan ditelapak tangan, sehingga bisa disingkirkan, tetapi mereka yang meminum dengan bejana, maka air itu akan langsung masuk ke dalam mulut, kemudian lintah-lintah melekat pada kulit selaput mulut dan pharynx (hulu kerangkongan) sehingga mengakibatkan pendarahan terus menerus.
Baca juga : Epidemi Typhus Exanthematicus
Lintah pembawa epidemi ini sejenis limnatis nilotika, di musim panas dan musim semi memang sering ditemukan di sekitar Palestina Utara, sehingga banyak kuda dan himar di daerah ini moncongnya sering berdarah. Kasus yang sering melanda penduduk Palestina ini sudah cenderung menjadi semacam endemi, karena sudah menjadi ancaman rutin bagi masyrakat di wilayah itu.
Kisah ini menginformasikan kepada kita bahwa sejumlah virus yang selama ini membahayakan binatang sudah ikut membahayakan juga bagi manusia.
Baca juga : Mengungkap Misteri Masa Depan
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Senin, 17 Maret 2025 dengan judul "Keajaiban Al-Qur’an (14) Epidemi dalam Kisah Talut dan Jalut"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.