Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Kita sangat beruntung pernah memiliki Prof Dr Achmad Baiquni, seorang ahli Fisika Atom, kelahiran Solo, 31 Agustus 1923, yang menyelesaikan PhD di Chicago University AS. Ia dikenal selain sebagai ilmuan Fisika Atom juga menguasai ayat-ayat Al-Qur’an.
Ia sangat disegani sebagai ilmuan murni yang mampu menyinkronkan sains dan Al-Qur’an. Prestasi internasionalnya banyak sekali. Mungkin belum muncul seorang tokoh sekaliber beliau yang mampu menjelaskan ayat-ayat Al-Qur’an dengan perspektif sains dan sekaligus mampu menjelaskan sains dalam perspektif Al-Qur’an. Sebagai mantan mahasiswanya, penulis memahami betul beliau sangat menguasai ayat-ayat kealaman (kauniyah).
Baca juga : Misteri Air (Bagian 1)
Dalam menjelaskan peristiwa Big Bang di dalam Al-Qur’an, Prof Baiquni terlebih dahulu “merevisi” makna beberapa makna kata kunci yang selama ini telah dimapankan oleh para ulama. Misalnya, kata al-sam’ selama ini diartikan langit, dengan gambaran sebuah atap raksasa di atas bumi, diganti dengan ruang alam di alam semesta, tempat planet lain bergerak.
Kata al-yaum selama ini diartikan dengan hari, diganti dengan periode atau fase. Kata al-dukhan selama ini diartikan dengan asap, diganti dengan sesuatu yang bersifat seperti embun. Kata al-ma’ seperti dalam QS Hud/ 11:7, selama ini diartikan dengan air diganti dengan fluida atau zat cair yang sangat panas. Kata al-‘arsy selama ini diartikan singgasana diganti dengan kekuasaan. Kata al-rawasy selama ini diartikan dengan gunung-gunung di bumi diganti dengan sesuatu yang sangat kokoh dan kuat yang tak bisa tergoncang.
Baca juga : Misteri Angin (Riyah) dan Penyerbukan
Prof Baiquni menghubungkan peristiwa Big Bang dengan beberapa ayat sebagaiberikut: Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? (QS Al-Anbiya’/ 21:30). Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya (QS Az-Dzariyat/51:47).
Menurut Prof Baiquni, alam semesta tercipta sekitar 12 milyar tahun silam. Ketika itu ruang alam (al-sama’) dan materi alam (al-arsh) masih merupakan sesuatu yang terpadu dalam satu titik (singularity) dengan volume materi yang sedemikian padat. Saat terjadi singularitas fisis dengan keadaan ekstrem kemudian terjadi pemisahan dalam satu dentuman besar (big bang) yang melemparkan materi ke seluruh penjuru ruang alam (al-sama’) (QS Al-Anbiya’/ 21:30), kemudian berkembang dengan sangat cepat membentuk planet dan bintang-bintang. Planet dan bintang-bintang ini mengalami pengembangan dan perluasan (expanding universe), yang dalam bahasa Al-Qur’an disebut lamusi’un (QS Az-Dzariyat/51:47).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.