Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Chlorophyll ialah zat berwarna hijau (green pigment) yang ditemukan di dalam cyanobacteria dan chloroplast pada ganggang (algae) dan tanaman-tanaman. Di dalam inti sel tumbuh-tumbuhan terdapat zat berwarna-warni. Salah satu di antaranya, dan ini yang paling penting ialah zat berwarna hijau (Chlorophyll).
Nama Chlorophyll diambil dari bahasa Yunani chloros (hijau) dan phyllon (daun). Chlorophyll ini biomolekuler yang sangat penting artinya, termasuk dalam proses fotosintesa, yang memungkinkan tumbuh-tumbuhan menyerap energi dari sinar cahaya. Identifikasi dan pemilahan Chlorophyll pertama kali dipopulerkan oleh Joseph Bienaimé Caventou dan Pierre Joseph Pelletier in 1817.
Biasanya unsur yang amat penting dalam kehidupan manusia selalu disinggung simpul-simpulnya di dalam Al-Qur’an, sebagaimana difahami di dalam ayat: Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan (QS Al-An’am/6:38).
Ternyata isyarat keberadaan dan fungsi Chlorophyll diisyaratkan di dalam Al-Qur’an: Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau (al-syajar al-akhdhar), maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu (QS Yasin/ 36:80).
Baca juga : Misteri Lebah-Madu (Bagian 2)
Prof Dr Zaglul Ragib Muhammad al-Najjar dalam tafsir fenomenalnya berjudul: Tafsir al-Ayat al-Kauniyyah fi al-Qur’an, memberikan penjelasan secara terperinci (12 halaman) tentang ayat ini. Hampir semua kitab tafsir konvensional yang ditulis para ulama menghubungkan ayat ini dengan kayu bakar yang digunakan manusia untuk memasak dan memberi pemanasan. Pendapat Ibnu Abbas sering dikutip ulama tafsir mengomentari ayat ini yaitu setiap pohon bisa menghasilkan api untuk keperluan memasak dan pemanasan (Tafsir Ibn Katsir Juz III, h. 601).
Prof Zaglul menjelaskan bahwa kayu dalam ayat ini bukan hanya penting untuk menghasilkan api dan tetapi jauh lebih penting ialah pohon menghasilkan unsur yang dalam kehidupan manusia berupa zat hijau daun (Chlorophyll) yang terdapat di dalam tumbuh-tumbuhan hijau (al-nabat al-khudhara’).
Baca juga : Misteri Lebah-Madu (Bagian 1)
Ia menguraikan fungsi tumbuhan hijau atau pohon di dalam kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem. Ia juga memberikan warning jika suatu saat tumbuh-tumbuhan atau pepohonan menjadi langka, bukan saja akan menyulitkan kehidupan manusia tetapi juga menjadi ancaman pemanasan global dan pada akhirnya menjadi ancaman kehidupan manusia dan eksistensi bumi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.