Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Lain halnya kalangan ulama tasawuf menganalisis ayat tersebut di atas. Mereka berpendapat bahwa hikmah di balik perintah berwudhu yaitu mencuci sejumlah organ tertentu, ternyata organ-organ tersebut memang yang paling sering melakukan dosa. Contoh membasuh muka yang di situ tersimpan sejumlah panca indera. Kita tidak bisa menghitung berapa orang yang korban dari mulut kita setiap hari, dibohongi, dimaki, diharik, dibicarakan aibnya, disantet dan dicium. Belum lagi makanan dan minuman haram yang harus melewati mulut.
Mata yang begitu sering tidak terkontrol untuk mengejar objek yang tidak pantas dinikmati, telinga yang lebih banyak digunakan mendengar gosip daripada zikir atau pengajian.
Baca juga : Misteri Larangan Berhubungan Seks Saat Nifas
Kita tidak tahu berapa banyak tandatangan fiktif yang penah ditandatangani, siapa saja yang pernah diraba dan diremas, ditunjuk dan ditinju. Kita juga tidak bisa menghitung kemana kaki ini gentayangan setiap hari. Semua daerah sensitif ini menjadi obyek yang harus dicuci saat kita berwudhu.
Ulama fikih menekankan pembasuhan sejumlah anggota badan itu tidak berfikir panjang. Yang penting Allah SWT memerintahkan kita seperti itu maka kita harus melakukannya tanpa reserve.
Baca juga : Misteri Larangan Berhubungan Seks Saat Isteri Menstruasi
Jika pembersihan dan penucian diri secara fisik dan psikis (thaharah) dilakukan lalu diikuti dengan beberapa bentuk shock therapy lainnya maka zona nyaman untuk khusyuk dengan sendirinya terwujud. Memperdengarkan suara azan disunatkan dengan indah dan oleh orang-orang yang memiliki suara merdu.
Semua umat yang mendengarkannya diminta sejenak menghentikan aktifitasnya untuk menyimak dan menjawab suara azan. Kita juga diminta menghadap kiblat dalam keadaan menutup aurat dengan bahan yang bersih.
Baca juga : Konsisten dan Tepat di Dalam Pengaturan
Kesemuanya ini menuntun kita menuju ke zona nyaman untuk khusyuk. Jadi khusyuk tidak ujug-ujug langsung terwujud di dalam diri kita. Sebelumnya harus diawali dengan terwujudnya zona nyaman beragama, zona nyaman beribadah, dan secara khusus dipersiapkan zona nyaman untuk lebih khusyuk.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Selasa, 22 April 2025 dengan judul "Keajaiban Al-Qur’an (38) Misteri Dibalik Berwudhu"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.