Dark/Light Mode

Kemerdekaan Perempuan Di Masa Nabi Muhammad SAW

Kamis, 24 Januari 2019 08:05 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Luar biasa Nabi Muhammad SAW. Yang paling wajib berterima kasih kepada Nabi Muhammad SAW adalah kaum perempuan. Seandainya bukan karena perjuangan Nabi Muhammad SAW,  menurut Prof. I.Haddad, seorang gurubesar di George town University, Washington Dc, mustahil kaum perempuan bisa menikmati kemerdekaan seperti saat ini.

Nabi sendiri memberikan contoh di dalam keluarganya, bagaimana memberikan kebebasan dan kemerdekaan terhadap kaum perempuan. Isteri-isteri Nabi terutama Aisyah telah menjalankan peran politik penting.

Berita Terkait : Neraca Keuangan Perusahaan Negara Dipastikan Aman

Selain Aisyah, juga banyak perempuan lain yang terlibat dalam urusan politik, mereka banyak terlibat dalam medan perang, dan tidak sedikit di antara mereka gugur di medan perang, seperti Ummu Salamah (isteri Nabi), Shafiyyah, Lailah Al-Ghaffariyah, Ummu Sinam Al-Aslamiyah.

Sedangkan kaum perempuan yang aktif di dunia politik dikenal misalnya: Fatimah binti Rasulullah, ‘Aisyah binti Abu Bakar, ‘Atika binti Yazid ibn Mu’awiyah, Ummu Salamah binti Ya’qub, Al-Khoizaran binti ‘Athok, dan lain sebagainya.

Berita Terkait : Kementerian Pertahanan Paling Tak Patuh LHKPN

Dalam bidang ekonomi perempuan bebas memilih pekerjaan yang halal, baik di dalam atau di luar rumah, mandiri atau kolektif, di lembaga pemerintah atau swasta, selama pekerjaan itu dilakukan dalam suasana terhormat, sopan, dan tetap menghormati ajaran agamanya.

Hal ini dibuktikan oleh sejumlah nama penting seperti Khadijah binti Khuwailid (isteri Nabi) yang dikenal sebagai komisaris perusahaan, Zainab binti Jahsy, profesinya sebagai penyamak kulit binatang, Ummu Salim binti Malhan yang berprofessi sebagai tukang rias pengantin, isteri Abdullah ibn Mas’ud dan Qilat Ummi Bani Anmar dikenal sebagai wiraswastawan yang sukses, Al-Syifa’ yang berprofesi sebagai sekretaris dan pernah ditugasi oleh Khalifah Umar sebagai petugas yang menangani pasar kota Madinah.

Berita Terkait : Ada Nama Nurhadi, Mantan Sekretaris MA

Begitu aktif kaum wanita pada masa Nabi, maka Aisyah pernah mengemukakan suatu riwayat “Alat pemintal di tangan wanita lebih baik dari pada tombak di tangan kaum laki-laki”. Dalam riwayat lain Nabi pernah mengatakan “Sebaik-baik permainan seorang perempuan muslimah di dalam rumahnya adalah memintal/menenun”.
 Selanjutnya