Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Berguru Kepada Impersonal Teachers (3)
Berguru Kepada Burung Hud-hud
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Al-Qur’an mengisyaratkan semua alam semesta berpotensi menjadi guru bagi anak manusia. Bukan hanya pada pohon atau tumbuh-tumbuhan, tetapi juga binatang, burung, serangga, dan benda-benda alam lainnya. Al-Qur’an mengajarkan bahwa alam semesta ini ayat yang juga harus dibaca dan dipelajari.
Di dalam Al-Qur’an ada sejumlah ayat yang mengisyaratkan untuk membaca, belajar, dan berguru kepada alam semesta. Salah satu di antaranya ialah ayat: “Wa ‘ullimna manthiq al-thair…” (kami telah diberi pengertian tentang suara burung…” QS Al-Naml/27:20-24). Pernyataan Nabi Sulaiman yang diabadikan dalam Al-Qur’an ini lebih dari cukup untuk mengatakan bahwa burung-burung adalah salah satu makhluk yang memiliki kecerdasan dan sekaligus menjadi salah satu kekuatan untuk menegakkan kebenaran.
Baca juga : Berguru Kepada Pohon (Bagian 2)
Khusus burung Hud-hud, Allah SWT menceritakan panjang lebar di dalam Al-Qur’an seperti ayat-ayat berikut: “Dan dia memeriksa burung-burung lalu berkata: "Mengapa aku tidak melihat Hud-hud, apakah dia termasuk yang tidak hadir. Sungguh aku benar-benar akan mengazabnya dengan azab yang keras, atau benar-benar menyembelihnya, kecuali jika benar-benar dia datang kepadaku dengan alasan yang terang". Maka tidak lama kemudian (datanglah hud-hud), lalu ia berkata: "Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah mereka, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan setan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk” (QS Al-Nam/27:20-24)
Kehadiran burung Hud-hud menjadi salah satu faktor penting di dalam pemerintahan Nabi Sulaiman sebagaimana cuplikan kisah di atas. Ketika Nabi Sulaiman mengapel para peserta rapat, salah satu undangan rapat belum kelihatan, yaitu Hud-hud. Sebagai pemimpin yang tegas, ia berjanji akan menjatuhkan sanksi indisipliner kepada kelompok burung Hud-hud. Namun hukuman itu batal dijatuhkan lantaran burung Hud-hud membawa berita menarik.
Baca juga : Berguru Kepada Pohon
Sebuah kerajaan yang dipimpin seorang ratu (Ratu Balqis) dan berhasil mengantar bangsanya menjadi negeri indah penuh pengampunan Tuhan (baldatun thayyibah wa Rabbun gafur). Ratu Balqis juga mendapatkan gelar “pemilik singgasana besar” (laha ‘arsyun ‘adhim). Kedua prestasi ini belum pernah terulang di dalam sejarah umat manusia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.