Dark/Light Mode

Berguru Kepada Impersonal Teachers (5)

Berguru Kepada Burung Ababil

Minggu, 4 Mei 2025 06:04 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Dalam kitab-kitab tafsir Mu’tabarah (masyhur), kata thairan ababil sering diartikan sebagai “Burung-burung Ababil”, sejenis burung-burung kecil yang diutus Tuhan untuk menggempur pasukan Raja Abrahah, yang biasa disebut pasukan gajah karena mereka mengendarai gajah. Pasukan Abrahah bersama seluruh gajah mereka mati bergelimpangan dengan amat mengerikan. Mengerikan sekali karena yang tersisa adalah tulang belulang. Dilukiskan di dalam Al- Qur’an dengan “bagaikan dedaunan  yang dikunyah lalu dimuntahkan” (kaashfin ma’kul).

Dalam penafsiran modern, termasuk dalam Tafsir Al-Manar karya Muhammad Abduh, kata tahiran ababil diartikan dengan serangga yang membawa virus mematikan. Ada yang menghubungkan dengan virus ebola, yang mencairkan daging binatang yang diserang virus itu. 

Baca juga : Berguru Kepada Burung Gagak

Kata al-sijjilal diartikan dengan zat kimia yang mematikan sehingga dalam waktu sekejap mereka memusnahkan pasukan Abrahah. Agak ironis, kasus ini karena keluarga yang percaya terhadap kesakralan Ka’bah tidak terkena bebatuan itu. Seperti dalam riwayat disebutkan, Abdul Muthalib, kakek Nabi berada di sekitar lokasi itu tetapi selamat.

Pelajaran berharga dari sini ialah manusia tidak boleh angkuh dan menafikan kekuasaan Tuhan, karena di atas langit masih ada langit. Biasanya tokoh yang angkuh dan sombong mati dalam keadaan hina, seperti Fir’aun, Tsamud, Namrud, dan ‘Ad. Sebaliknya, hamba yang santun dan tawadlu’ wafat dengan penuh kenangan, seperti para nabi dan shalihin lainnya, sebagaimana diceritakan di sejumlah kisah dalam Al-Qur’an. 

Baca juga : Berguru Kepada Burung Hud-hud

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 8, edisi Minggu, 4 Mei 2025 dengan judul "Berguru Kepada Impersonal Teachers (5) Berguru Kepada Burung Ababil"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.