Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (23)
Dari Tuhan Menuju Makhluk Dengan Tuhan (Min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq)
Selasa, 10 Juni 2025 06:19 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
Sebelumnya
Hal yang mungkin agak kontroversi ialah adanya keraguan orang-orang awam terhadap tingkah-laku kalangan salik yang dinilai menyimpang nilai-nilai universal ajaran Islam. Akan tetapi kalangan arifin bisa mengerti hal-ihwal salikin dan tidak serta-merta mencela atau menyalahkannya karena jangan sampai yang bersangkutan mendapatkan petunjuk khusus dari Tuhan terhadap suatu persoalan.
Analoginya seperti peristiwa yang dilakukan oleh Khidhir yang melubangi perahu-perahu nelayan miskin, membunuh anak kecil yang berlumur dosa, dan memugar bangunan tua lalu ditinggalkan begitu saja.
Baca juga : Dari Tuhan Menuju Tuhan Bersama Tuhan (Min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq)
Secara awam tentu peristiwa itu dianggap kesalahan fatal tetapi Al-Qur’an membenarkannya: Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera. Dan adapun anak itu maka kedua orang tuanya adalah orang-orang mukmin, dan kami khawatir bahwa dia akan mendorong kedua orang tuanya itu kepada kesesatan dan kekafiran. Dan kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada ibu bapaknya). Adapun dinding rumah itu adalah kepunyaan dua orang anak yatim di kota itu, dan di bawahnya ada harta benda simpanan bagi mereka berdua, sedang ayahnya adalah seorang yang saleh, maka Tuhanmu menghendaki agar supaya mereka sampai kepada kedewasaannya dan mengeluarkan simpanannya itu, sebagai rahmat dari Tuhanmu; dan bukanlah aku melakukannya itu menurut kemauanku sendiri. Demikian itu adalah tujuan perbuatan-perbuatan yang kamu tidak dapat sabar terhadapnya.” (QS Al-Kahfi/ 18:79:82)
Ayat-ayat ini sangat jelas menunjukkan kepada kita adanya rahasia di balik rahasia di dalam kehidupan umat manusia. Jika Allah SWT menghendaki, maka tidak ada yang mustahil baginya. Yang pasti keberadaan Nabi Khidhir yang dikisahlan di dalam 12 ayat dalam surah Al-Kahfi dapat dijadikan pelajaran berharga: Hati-hati terhadap orang yang tidak popular di bumi, karena boleh jadi ia selebriti utama di surga. (Bersambung)
Baca juga : Dari Manusia Menuju Tuhan (Bagian 4)
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Selasa, 10 Juni 2025 dengan judul "Haji, Napak Tilas Drama Kosmos (23) Dari Tuhan Menuju Makhluk Dengan Tuhan (Min al-Haq ila al-Haq bi al-Haq)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya