Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (9)

Belajar Keterbukaan Akademik dari Ilmuwan Muslim

Selasa, 22 Juli 2025 06:26 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Meskipun ilmuwan Muslim dianggap terbuka tetapi tidak berarti mereka kehilangan daya kritis di dalam mendalami setiap sumber. Ilmuwan Muslim berani mengkritisi atau memuji sebuah karya dari mana pun datangnya.

Al-Kindi diriwayatkan pernah memarahi seorang pengarang Yunani yang karyanya hendak dirujuk. Ia memarahinya karena tidak menghormati etika keilmuan. Sesama ilmuwan Muslim, juga saling kritis. Ibn Sina dan Biruni pernah saling berdebat keras soal astronomi, fisika, matematika, sampai filsafat. Al-Biruni mengeritik secara tajam aliran peripatetic dalam banyak segi yang didukung oleh Ibn Sina.

Baca juga : Kejujuran Akademik

Keterbukaan dan saling mengkritik dalam dunia keilmuan merupakan sesuatu yang wajar. Bahkan saat Nabi masih hidup pun juga sering terjadi perdebatan.

Umar ibn Khattab sahabat Nabi paling sering mengkritisi Nabi. Sering kali perbedaan pendapatnya dilerai oleh ayat yang turun khusus untuk mengklarifikasi perbedaan pendapat tersebut. Tidak sedikit ayat yang turun melerai perdebatan itu justru memihak kepada Umar, bukannya mendukung Nabi.

Baca juga : Antara Universalitas Islam dan Kearifan Lokal

Ayat-ayat tersebut pernah dijadikan disertasi oleh salah seorang mahasiswa Program S3 Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Ini membuktikan bahwa Allah SWT pun mentolerir perbedaan pendapat itu. Nabi juga pernah mengatakan “Perbedaan pendapat di antara umatku adalah rahmat”. Seringkali dalam perbedaan itu lahir sintesa yang memudahkan kehidupan umat manusia.  Allahu a’lam. ***

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Selasa, 22 Juli 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (9) Belajar Keterbukaan Akademik dari Ilmuwan Muslim"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.