Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dalang Wayang Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Mitigasi kebencanaan diperlukan pemerintah dan masyarakat pasca banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pekan lalu. Perubahan cuaca ekstrem baru saja memasuki fase awal dan sangat berpotensi terjadinya bencana ekologi susulan. Untuk mencegah jatuhnya korban dan kerusakan infrastruktur, diperlukan langkah nyata dan terukur dari berbagai pihak.
“Harus gerak cepat, Mo. Negara tidak boleh abai dalam memulihkan keadaan," celetuk Petruk sok tahu. Romo Semar memilih diam tidak langsung menanggapi komentar Petruk. Semar tahu pemerintah sudah turun langsung memberikan bantuan yang diperlukan masyarakat terdampak bencana. Bahkan Presiden Prabowo memimpin langsung rapat terbatas di posko bencana.
Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Panganan tiwul dan pisang rebus menambah selera sarapan di Padepokan Klampis Ireng. Genangan air sisa guyuran hujan semalam masih terlihat di halaman belakang. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata. Di mana, dirinya ikut terjun langsung membantu Pandawa membangun kembali pasca bencana banjir bandang.
Baca juga : Kearifan Membaca Tanda-Tanda Alam
Kocap kacarito, kerusakan parah melanda Amarta pasca banjr bandang akibat dewa murka. Kemurkaan Dewa dipicu oleh lalainya punggawa Amarta dalam mengemban amanah kawula. Selain itu, perilaku Abimanyu merendahkan pamong praja ikut memicu kemarahan para dewa.
Abimanyu bertanggung jawab dan sudah memohon ampunan kepada para dewa untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Satria Pandawa menunjuk Ki Lurah Semar atau Ismaya sebagai kepala satgas pembangunan kembali Amarta pasca bencana.
Ki Lurah Semar mulai memitigasi bencana dengan dua tahap. Pertama, pembangunan kembali sarana yang rusak akibat banjir bandang. Kecukupan kebutuhan pokok dan kesehatan sanitasi menjadi prioritas utama. Ki Lurah Semar minta bantuan Dewi Sri untuk memenuhi kebutuhan pangan kawula.
Baca juga : Pesan Dari Kawah Jonggring Saloka
Tahapan berikutnya adalah membangun karakter manusianya sendiri. Sebab sumber bencana sejati adalah perilaku manusia. Kerusakan lingkungan akibat ulah manusia yang abai terhadap keseimbangan ekosistem. Sehingga alam murka dan menimbulkan banjir bandang.
Para Dewa di Khayangan, khususnya Dewa Guru sempat curiga dengan apa yang dilakukan Ki Lurah Semar. Dewa Guru khawatir Semar membangun Amarta untuk menyaingi kekuasaan Khayangan. Mengingat Semar atau Ismaya merupakan trah kadewataan.
Dewa Guru mengutus Dewa Narada untuk menanyakan langsung kepada Ismaya apa maksud dan tujuan membangun Amarta. Ki Lurah Semar tanggap dengan ketakutan para Dewa. Maksud membangun Amarta untuk kebaikan satria Pandawa dan kawula Amarta. Bukan untuk menyaingi kekuasaan Khayangan Jongring Saloka.
Baca juga : Kutukan Wisrawa Pendakwah Genit
Dewa Narada kembali ke Khayangan setelah mendapat penjelasan dari Ki Lurah Semar. Dewa Guru pun dapat menerima alasan pembangunan Amarta untuk kelangsungan Pandawa dan kawula Amarta.
“Walau niatnya baik tapi tidak dikomunikasikan dengan baik dapat memicu kecurigaan, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Dalam keadaan panik, apa pun dapat terjadi. Itu yang terjadi saat ini. Dalam memitigasi bencana perlu komunikasi secara terukur. Kini saatnya bersatu dan saling membantu, bukan saling menyalahkan,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.