Dark/Light Mode

Sosiologi Korupsi (13)

Gratifikasi Ratu Balqis

Minggu, 18 Januari 2026 05:52 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Seorang jin bernama Ifrit menyanggupi tantangan tersebut dengan berkata: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum engkau berdiri dari tempat dudukmu; sesungguhnya aku benar-benar kuat dan dapat dipercaya” (QS an-Naml/27:39). Seorang pembesar lain bahkan menawarkan kemampuan yang lebih cepat: “Aku akan membawanya kepadamu sebelum matamu berkedip” (QS an-Naml/27:40).

Setelah singgasana itu berada di hadapan Nabi Sulaiman, ia memerintahkan: “Ubahlah baginya singgasananya; maka kita akan melihat apakah dia mengenalnya atau termasuk orang-orang yang tidak mengenalnya” (QS an-Naml/27:41).

Baca juga : Gratifikasi

Ketika Ratu Balqis bersama pasukannya tiba, mereka seakan tertampar oleh kenyataan. Mereka terperangah menyaksikan kekuasaan, kekayaan, dan kehebatan Nabi Sulaiman. Tidak ada pilihan lain bagi Ratu Balqis selain mengakui keunggulan Nabi Sulaiman dan menyerahkan diri kepada kebenaran (QS an-Naml/27:42).

Kisah ini menunjukkan bahwa gratifikasi tidak akan pernah mempan bagi seseorang yang memiliki kekuatan iman. Sebaliknya, upaya gratifikasi justru akan mempermalukan pelakunya sendiri.

Baca juga : Antara Risywah Dan Hadiyah

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 18 Januari 2026 dengan judul "Sosiologi Korupsi (13) Gratifikasi Ratu Balqis"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.