Dark/Light Mode
Tausiah Politik
Sebelumnya
Ketiga, moh maling, artinya tidak mencuri, mengambil hak orang lain, seperti menipu, korupsi, merampok, mengorbankan orang lain demi untuk memperoleh keuntungan. Mencuri sangat keji karena mengakibatkan ketidakadilan di dalam masyarakat.
Ayat dan hadisnya banyak tetapi tetap menggunakan logika kearifan lokal. Hukuman pencurian bertingkat-tingkat sesuai besar dan kecil skala pencuriannya. Mulai dari penyaliban, pemotongan tangan, sampai pada kurungan dan denda.
Baca juga : Belajar Etika Politik Dari Ratu Balqis (1)
Keempat, moh madat, artinya tidak menggunakan narkotik, artinya sesuatu yang dikonsumsi tetapi menimbulkan pelemahan otak dan pikiran. Dalam bahasa sekarang adalah narkoba. Narkoba ini boleh jadi lebih berbahaya dari pada minuman keras.
Narkoba, selain mahal juga daya perusaknya sangat hebat kar-ena mempengaruhi pusat saraf manusia, suatu wilayah yang sangat sensitive dan amat sulit disembuhkan.
Kelima, moh madon, artinya tidak berzina, yaitu perbuatan hubungan khusus laki-laki dan perempuan tanpa melalui proses nikah yang sah, sebagaimana disebutkan dalam artikel terdahulu.
Walisongo sangat pintar memilih strategi dalam memperkenalkan ajaran Islam. Ia menggunakan symbol-simbol yang hidup di dalam masyarakat lokal di dalam memperkenalkan ajaran Islam, termasuk perintah dan larangan agama.
Ternyata penggunaan simbol dan kearifan lokal, termasuk metodologi dengan menggunakan tradisi yang hidup di dalam masyarakat, mengingatkan kita pada prestasi dan kehebatan Nabi Muhammad di dalam memperkenalkan ajaran Islam di Mekah dan Madinah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.