Dark/Light Mode

Etika Politik Dalam Al-Qur’an (25)

Berangkat Dari Asas Universal

Jumat, 22 Februari 2019 05:48 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Demikian pula sebaliknya, laki-laki anshar dikawinkan dengan perempuan muhajirin. Akibatnya pembauran genetik yang dampaknya sangat strategis secara psikologis sangat penting.

Generasi penerus kedua kelompok tidak direpotkan lagi dengan isu pribumi dan pendatang, karena terjadi pembauran utuh antara keduanya.

2) Al-Musawa, yaitu prinsip persamaan. Islam memperkenalkan asas peradabannya dengan prinsip persamaan (Al-musawa). Baik sebagai sesama makhluk biologis, sesama pewaris sejarah peradaban masa lalu, dan bentuk-bentuk persamaan lainnya.

Baca juga : Khairah Ummah

Islam selalu atau lebih sering mengedepankan prinsip persamaan (principle of identity) ketimbang prinsip perbedaan (principle of negation). Prinsip persamaan ini didasari oleh banyak ayat antara lain Q.S. Al-Hujurat/49:13).

3) Al-Tasamuh, yaitu perinsip toleransi. Islam bukan hanya mewacanakan toleransi sebagaimana banyak disinggung di dalam Al-Qur’an, antara lain Q.S. Al-Kafirun/109:1-6), tetapi juga dipraktekkan dalam lintasan sejarah umat Islam di berbagai Negara, dari dulu sampai sekarang.

Tidak kurang dari 15 kali kata Nashara (Kristen) dan 10 kali kata Yahudi disebutkan di dalam Al-Qur’an. Bahkan agama-agama minoritas non Abrahamic Religion seperti Al-Shabi’in. Ini semua menggambarkan adanya spirit toleransi di dalam perkembangan kebudayaan dan peradaban Islam.

Baca juga : Merancang Masyarakat Ummah

4) Al-Musyawarah yang sudah menjadi bahasa Indonesia (musyawarah) yang tidak lain maknanya adalah demokrasi, yaitu memberi kesempatan secara terbuka kepada semua pihak mengedepankan pendapatnya secara merdeka, tanpa harus khawatir sedikit pun kepada siapapun, karena prinsip demokrasi ini sesuai dengan anjuran Allah SWT di dalam Q.S. Ali ‘Imran/3:159).

Allah SWT juga memberi contoh dengan berdialog dengan para malaikat tentang rencana penciptaan amnesia (Q.S. Al-Baqarah/2:30 dst), berdialog dengan Iblis (Q.S. al-Hijr/15:32), dan manusia (Q.S. Al-A’raf/7:172).

5) Al-Mu’awanah, yaitu prinsip tolong menolong atau gotong royong. Perinsip ini didukung banyak seruang di dalam Al-Qur’an dan hadis. Atara lain Q.S. Al-Maidah/5:2).

Baca juga : Inklusifisme Syari’ah

Kelima asas ini menjadi faktor mudahnya diterima tawaran peradaban Islam di dalam dunia Internasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.