Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
Sebelumnya
Dalam masyarakat qabiliyyah, kelahiran anak laki-laki merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Sebaliknya jika yang lahir anak perempuan maka mereka bersedih hati dan bermuka masam, seperti diisyaratkan dalam Al-Qur’an.
Kelahiran seorang anak laki-laki selalu disambut dalam berbagai acara dan upacara (‘aqiqah). Sebaliknya anak perempuan tidak pernah mendapatkan perayaan khusus.
Baca juga : Berkesetaraan Gender (1)
Masalah poligami yang tak terbatas di zaman jahiliyah tiba-tiba dibatasi oleh Al-Qur’an (Q.S. Al-Nisa’/4:3) maksimum hanya empat, itupun setelah melalui persyaratan yang amat ketat, juga mengagetkan masyarakat Arab saat itu.
Islam memperkenalkan azas perkawinan monogami, bukan poligami, tentu saja sesuatu yang luar biasa saat itu. Masalah kepemimpinan yang sekian lama menjadi domain laki-laki tiba-tiba Islam datang memberikan peluang bagi kaum perempuan yang memenuhi syarat untiuk aktif dan sekaligus menjadi pemimpin di dunia publik.
Baca juga : Tidak Ada Kekerasan Dalam Agama
Kemerdekaan kaum perempuan untuk membuat usaha dan mengecap Pendidikan tinggi, bahkan turut serta aktif di dalam dunia perang dan militer, sebuah pemandangan yang amat langka saat itu.
Nabi sendiri memberi contoh, menggairahkan perempuan untuk berkarya seperti halnya kaum laki-laki. Dalam kasus pembebasan tawanan perang Badr, kaum perempuan diberi kesempatan untuk mendapatkan Pendidikan keterampilan usaha dari bekas tawanan perang sesuai dengan talenta yang dimiliki.
Baca juga : Humanity Is Only One
Banyak lagi contoh lain yang membuat Prof. Ivonne Haddad, seprang guru besar di Georgetown Universiti Washington DC, berkesimpulan bahwa seandainya tidak ada agama Islam mungkin hingga saat ini perempuan belum merdeka.
Meskipun ia beragama Katolik, ia berani mengungkapkan, kaum perempuan harus berterima kasih dengan kehadiran Islam karena jasanya telah mengangkat martabat perempuanm setara dengan kaum laki-laki.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.