Dark/Light Mode
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Etika Politik Nabi Muhammad SAW (3)
Yang Ambisius Tidak Diberi Jabatan (1)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Banyak pelajaran politik dari Nabi Muhammad SAW yang menarik untuk dikaji dan dijadikan pegangan. Salah satu di antaranya ialah Nabi tidak pernah merespon positif terhadap sahabat-sahabatnya, termasuk anggota keluarganya yang meminta jabatan atau kelihatan terlalu ambisi untuk menjadi pemimpin.
Beberapa hadis Nabi menjelaskan hal ini, antara lain sebagai berikut:Dari abdurrahman bin Samurah, bahwasanya Nabi bersabda: Wahai Abdurrahman, janganlah engkau meminta jabatan kepemimpinan. Karena jika engkau diberi karena memintanya, niscaya akan dibebankan kepadamu, dan tidak akan ditolong oleh Allah. Tetapi jika diberikan kepadamu tanpa memintanya, niscaya engkau akan ditolong oleh allah. (HR. Muslim, dalam kitab Shahih Muslim, Jilid 6, hal. 5).
Baca juga : Menolak Nepotisme (2)
Dalam hadis lain dijelaskan: Dari Abu Hurairah, mengatakan: Nabi bersabda: Sesungguhnya kalian akan sangat berambisi terhadap jabatan/kekuasaan, dan sesungguhnya jabatan/kekuasaan itu di hari kiamat akan menjadi kerugian dan penyesalan. (HR. Ahmad, dalam Kitabnya, Al Musnad, Jilid16, hal.140).
Dalam kitab Fath Al Bari’ karya Ibn Hajar Al‘ Asqallani dijelaskan, orang yang berambisi untuk meraih jabatan kepemimpinan merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong lahirnya fitnah, dapat menyebabkan pertumpahan darah, penjarahan, dan pemerkosaan, dan pada akhirnya menjadi penyebab kerusakan lingkungan alam dan lingkungan sosial.
Baca juga : Menolak Nepotisme (1)
Dalam syarah kitab Riyadh Al Shalihin, sebuah kitab yang disusun oleh Syekh Al Nawawi yang sangat masyhur di pondok-pondok pesantren dijelaskan seseorang yang meminta jabatan biasanya karena ingin mempromosikan dirinya di hadapan orang banyak. Kemudian menguasai mereka, lalu memerintah dan membatasi mereka. Ia menegaskan bahwa orang yang ambisi jabatan berpotensi menyengsarakan masyarakat. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.