Dark/Light Mode

Mengapa Pesantren Begitu Penting? (1)

Selasa, 1 September 2020 07:59 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam era krisis Covid-19, pemerintah menaikkan anggaran Pondok Pesantren (PP), sementara di sektor lain diturunkan. Ironisnya, nyaris tidak muncul protes di dalam masyarakat. Tahun lalu, pemerintah bersama DPR menetapkan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren.

Mengapa sedemikian penting PP? Ada apa dan ada siapa sebetulnya di PP? Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang berbasis masyarakat dan didirikan dan dikelola oleh perseorangan, yayasan, organisasi masyarakat Islam yang menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, menjunjung tinggi akhlak mulia, dan memegang teguh ajaran Islam moderat atau biasa disebut rahmatan lil’alamin.

Karakteristik komunitas PP tercermin dari sikap tawadhu, toleran, moderat, dan menghargai nilai-nilai luhur bangsa yang tentunya sesuai dengan spirit ajaran Islam yang menghargai kearifan lokal.

Baca juga : Resakralisasi Institusi Perkawinan (4)

Komunitas PP juga selalu aktif membela dengan penuh ketulusan kelangsungan NKRI. PP dan madrasah yang jumlahnya tidak kurang 30.000, dengan santri tidak kurang 10 juta orang, hampir tidak pernah kedengaran melakukan tawuran.

Meskipun sesekali dipancing, namun tetap tidak bergeming untuk melakukan pembalasan. Bukannya mereka tidak memiliki semangat darah muda, tetapi kelihatannya mereka lebih arif di dalam merespons perkembangan dan keadaan di sekitarnya.

Sementara anak-anak usia muda lain yang tergabung di dalam sekolah lain, bahkan Perguruan Tinggi, masih suka lepas kontrol dan terpancing emos inya, sehingga tawuran masih sering mewarnai kehidupan mereka.

Baca juga : Resakralisasi Institusi Perkawinan (3)

Tentu saja tidak semua sekolah umum melakukan tawuran, namun jumlah keterlibatan mereka semakin meluas. Bukan hanya di perkotaan tetapi sudah merambah ke daerah-daerah atau kota kota kecil.

PP dan madrasah memiliki resep ampuh dan efektif di dalam menanamkan karakter dan kepribadian utuh terhadap para santrinya, yaitu mengefektifkan penggunaan malam hari. Jam pelajaran para santri, khususnya yang mondok, jauh lebih panjang ketimbang di sekolah-sekolah umum atau sekolah biasa.

Bahkan malam hari, terkadang anak anak tidak mendapatkan pembinaan dan pengawasan di lingkungan rumahnya karena mungkin orangtuanya masing-masing sibuk dengan berbagai macam kesibukannya.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.