Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Konsep persatuan dan kesatuan yang diterapkan selama ini penuh dengan rekayasa yang menguntungkan kelompok-kelompok tertentu dan merugikan kelompok-kelompok lain. Hanya karena kekuatan central power di masa itu maka letupan sosial dengan motif primordial dapat tertunda.
Berbeda halnya di era reformasi yang seiring dengan kedewasaan umat beragama, situasi sudah menjadi lain. Setiap orang berhak dan bebas mengekspresikan pendapatnya masing-masing dalam berbagai bentuk.
Baca juga : Antara Pluralitas Dan Heterogenitas (2)
Apa yang dulu tabu dan sensitif dibicarakan, kini sudah cair. akronimakronim menyeramkan itu sudah tidak lagi menakutkan. Setiap orang di manapun dan kapan pun dapat secara bebas mempersoalkan masalah-masalah pluralisme di dalam masyarakat, tanpa harus merasa terancam oleh siapapun. ***
Media cetak dan elektronik tidak lagi mendapatkan hambatan untuk mengungkapkan seluruh aspirasi masyarakat. Sering terjadi kolaborasi tokoh lintas agama menyuarakan tema kritis yang sama.dalam kondisi seperti ini, peluang untuk terbentuknya civil society yang dapat diartikan sebagai masyarakat madani atau masyarakat yang tangguh, dimungkinkan terwujud.
Baca juga : Antara Pluralitas Dan Heterogenitas (1)
Kekuatan-kekuatan pemerintah, terutama power militer, dengan sendirinya telah melemah karena sudah menjadikan diri mereka sebagai kekuatan militer yang profesional.
Biasanya, semakin kuat dominasi pemerintah menjadi pertanda semakin lemahnya suatu masyarakat; sebaliknya, semakin kuat peran masyarakat itu semakin kecil pula peranan pemerintah.
Baca juga : Belajar Dari Diplomasi Hudaibiyyah (3)
Yang terjadi saat ini, masyarakat semakin merdeka mengekspresikan harapanharapannya, sementara militer sibuk melakukan konsolidasi internal guna menghadirkan diri sebagai kekuatan yang profesional.
Pergeseran peta kekuatan dari central power yang dengan mudah dapat dilihat dominannya peran pemerintah yang menggurita di dalam masyarakat, kepada kekuatan masyarakat yang fenomenanya dapat dilihat pada penguatan Lembagalembaga Swadaya Masyarakat (LSM), prosesnya kini sedang terjadi. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.