Dark/Light Mode

Aksi Lone Wolf Mustakaweni

Senin, 5 April 2021 06:40 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Selang dua hari teror bom bunuh diri di Makassar, Sulawesi Selatan, seorang perempuan berinisial ZA berhasil menerobos masuk Markas Besar Kepolisian RI. Perempuan tersebut menyerang petugas dengan senjata api dengan melepas enam tembakan. Kesigapan aparat keamanan akhirnya berhasil melumpuhkan dara muda yang masih tergolong usia milenial. Aksi nekat seorang diri tanpa jaringan terstruktur atau lone wolf merupakan fenomena baru ancaman teror di tanah air. Apa yang mendorong seorang perempuan muda nekat menjadi teroris perlu dicari akar permasalahannya. Sebab bukan tidak mungkin ancaman model lone wolf akan datang lagi.

“Ancaman teror makin menakutkan, Mo,” celetuk Petruk, waswas. Romo Semar tidak serta merta menjawab pertanyaan Petruk. Romo Semar sedang asyik menikmati pisang rebus dan kopi pahit sambil mengikuti acara pernikahan artis yang disiarkan oleh stasiun TV. Semoga pasangan pengantin tersebut berbahagia, langgeng sampai kaken-kaken inen-inen. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatan Romo Semar ke peristiwa jebolnya pertahanan Amarta oleh aksi nekat Dewi Mustakaweni.

Berita Terkait : Mitigasi Bencana Antaboga

Kocap kacarito, Dewi Mustakaweni adalah putri Prabu Niwatakawaca dari Kerajaan Himahimantaka. Konon Prabu Niwatakawaca mati di tangan Arjuna saat menyerang khayangan dewata. Prabu Niwatakawaca ingin melamar bidadari khayangan yang bernama Dewi Supraba. Namun para dewa tidak merestuinya. Maka terjadilah pertempuran antara para dewa dan Niwatakawaca. Para dewa merasa terdesak tidak mampu melawan para raksasa dari kerajaan Himahimantaka. Sebagai jagonya para dewa, Arjuna datang untuk melawan Prabu Niwatakawaca. Kesaktian Arjuna dan Niwatakawaca hampir seimbang. Namun Niwatakawaca tidak kuat melawan panah sakti Pasopati yang dilepas Arjuna.

Dewi Mustakaweni tidak terima atas kematian orang tuanya. Mustakaweni ingin balas dendam kepada satria Pandawa, khususnya Arjuna. Dewi Mustakaweni berhasil masuk ke Istana Amarta tanpa diketahui pengawal. Sistem penjagaan super ketat tidak menyurutkan Mustakaweni untuk menyerang Pandawa. Tujuan utama memasuki Istana Amarta adalah mencuri Jimat Kalimasada. Dengan kehilangan Kalimasada kekuatan Pandawa akan rapuh dan mudah untuk dikalahkan.

Berita Terkait : Teror Bom Di Makassar

Mustakaweni mengubah dirinya menjadi Gatotkaca. Hal ini dilakukan untuk tidak memancing kecurigaan penjaga gedung pusaka. Strategi Mustakaweni mengubah wujud berhasil mengecoh pengawal gedung pusaka. Jimat Kalimasada berhasil dibawa kabur. Dewi Srikandi yang sejak awal merasa curiga terhadap Gatotkaca gadungan segera mengejar dan merebut Kalimasada. Akan tetapi, istri Arjuna yang ahli memanah tersebut kalah sakti untuk melawan Mustakaweni.

Bambang Priyambada tidak tega melihat Dewi Srikandi tersungkur perang tanding dengan Mustakaweni. Dengan sigap Priyambada datang untuk membantu Srikandi. Anak Arjuna dari perkawinannya dengan Dewi Supraba selain sakti terkenal ganteng. Maka dengan mudah Priyambada berhasil merebut kembali Kalimasada dari tangan Mustakaweni. Bukan itu saja, Dewi Mustakaweni pun jatuh ke pelukan Bambang Priyambada.

Berita Terkait : Perpanjangan Jabatan Abiyasa

“Motif Mustakaweni menyerang Pandawa untuk balas dendam, Mo,” sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Seorang wanita kalau sampai berbuat nekat berarti ada yang kurang dalam hidupnya,” jawab Semar. “Kira-kira apa yang diinginkan wanita nekat, Mo,” kejar Petruk tidak sabar. “Wanita perlu perhatian dan pengakuan baik dari pasangan, keluarga maupun masyarakat. Wanita nekat mau jadi “pengantin” teroris karena merasa dirinya tidak ada yang memperhatikan. Di sisi lain, akar permasalahan terorisme yakni; kemiskinan, ketidakadilan dan stres yang berkepanjangan akibat pandemi perlu diperhatikan. Hal ini untuk mencegah terjadinya gelombang aksi lone wolf susulan,” jawab Semar. Oye