Dark/Light Mode

Peristiwa Qurban:

Ismail Atau Ishaq? (7)

Rabu, 28 Juli 2021 06:24 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Kemampuan perempuan untuk berkip­rah di luar sektor domestik memungkink­annya memperoleh kekuatan ekonomi, dan hal ini akan memberinya alternatif pilihan hidup yang lebih luas. Kekuatan ekonomi dapat memberi kemampuan untuk mengontrol beberapa hal seperti reproduksi, seksualitas, perkawinan, per­ceraian, pendidikan, bahkan memberinya akses untuk memperoleh kekuasaan.

Baca juga : Ismail Atau Ishaq? (6)

Pada zaman tersebut, persembahan kurban berupa manusia telah membudaya. Tercatat dalam sejarah bahwa di Mesir, gadis cantik dijadikan ses­embahan untuk Dewa Sungai Nil. Di Kan’an, Irak, bayi dipersembahkan kepada Dewa Baal. Suku Astec di Meksiko mempersembahkan jantung dan darah manusia kepada Dewa Matahari. Orang Viking di Eropa Timur mempersembahkan pemuka agama mereka kepada Odion, Dewa Perang.

Baca juga : Ismail Atau Ishaq? (5)

Di zaman Nabi Ibrahim as., muncul ide bahwa persembahan kepada dewa atau tuhan berupa manusia sangatlah mahal nilainya dan tidak wajar. Atas dasar itulah, Allah memerintahkan un­tuk menyembelih dan sebelum selesai penyembelihan itu, perintah tersebut dibatalkan. (Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbâh, Volume XII, halaman. 65).

Baca juga : Ismail Atau Ishaq? (4)

Peristiwa ‘Idul Qurban sesungguhnya momentum transformasi dari human sacrifation ke animal sacrifation, yakni pergantian qurban manusia ke binatang. Di samping itu juga menjadi simbol betapa pentingnya menyeimbangkan gizi lengkap untuk melahirkan kualitas fisik manusia ideal, yaitu pemenuhan carbo hidrat berupa makanan pokok yang wajib dikeluarkan pada hari raya Idul Fitri dan protein hewani yang harus diqorbankan untuk kaum fakir miskin.(*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.