Dark/Light Mode
Peran Politik Santri Dalam Lintasan Sejarah (4)
Peran Politik Santri Pasca Kemerdekaan (Orde Baru) (7)
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ikrar kesetiaan warga NU dalam “rapat sejuta orang” di lapangan Parkir Timur Senayan, 1 maret 1992, adalah indikator lainnya. Salah satu butir ikrar yang dibacakan oleh K.H. Bukhari Masruri (ketua PW NU Jawa tengah) tersebut berbunyi: Bahwa betuk negara RI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 sudah final. Oleh karena itu, kami teguhkan tekad kami untuk membangun dan mempertahankan derap dan langkah pembangunan bangsa kami.
Baca juga : Peran Politik Santri Pasca Kemerdekaan (Orde Baru) (6)
Namun, dalam kenyataannya umat Islam mengalami kekecewaan sangat besar dengan berbagai kebijaksanaan yang dilakukan pemerintah Orde Baru dengan mempersempit ruang gerak bagi cendikiawan muslim untuk berkiprah dalam proses pembangunan nasional, sehingga cendikiawan muslim hanya bermain dan melakukan tambal sulam dipinggiran arus besar modernisasi.
Baca juga : Peran Politik Santri Pasca Kemerdekaan (Orde Baru) (5)
Peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto atau dari rezim Orde Lama ke Orde Baru pada tahun 1966 juga berimplikasi pada berakhirnya masa kejayaan partai-partai. Umat Islam kembali mengalami kekecewaan, karena peran yang diberikan oleh ABRI begitu kecil, tidak sebanding dengan pengorbanan mereka. Bahkan menurut Riswanda Imawan dan Mochtar Pabotinggi, negara telah memainkan peran hegemonik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.