Dark/Light Mode

Trend Islam Di AS (28)

AS dan Muslim Stateless

Jumat, 10 Mei 2019 07:10 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Pola migrasi umat Islam dalam dua decade terakhir menarik untuk dicermati. Eksodus umat Islam besar-besaran ke negara-negara non muslim menimbulkan kerumitan ketatanegaraan tersendiri.

Oliver Roy melihat adanya fenomena “State without nation and Brothers without state”, yaitu adanya semacam negara tanpa bangsa dan persaudaraan tanpa negara”.

Mungkin juga bisa dikatakan, adanya fenomena kebangsaan tanpa negara (nations without state), karena dalam kenyataannya komunitas muslim yang eksodus ke negara-negara non muslim dengan berbagai alasan dan kepentingan, memang menciptakan melting pot tersendiri di dalam negara tujuan.

Berita Terkait : Indonesia Tidak Boleh Larut Dengan Pujian

Untuk AS sendiri agak sulit menemukan adanya fenomena muslim stateless karena begitu ketatnya pengawasan bagi orang-orang yang patut untuk dicurigai di negeri ini.

Eksodus umat Islam secara besar-besaran dalam dua dekade terakhir ke negara-negara maju seperti di Eropa, Amerika, Australia, dan Asia Selatan, disebabkan oleh beberapa krisis di negeri asalnya.

Ada dalam bentuk krisis politik seperti penduduk Palestina yang tadinya memiliki 80% tanah hunian di kawasan Yerusalem dan selebihnya Israel menghuni sekitar 20 %, tetapi kini terbalik, penduduk Palestina hanya mendiami wilayahnya sekitar 20%, selebihnya diambil alih Israel.

Berita Terkait : Nuansa Islami Di Hollywood (2)

Akhirnya mereka terpaksa eksodus bersama keluarganya ke Eropa, AS, dan Australia. Iraq, Libanon, dan Iran yang pernah dilanda perang saudara berkepanjangan memaksa warganya untuk mencari wilayah aman ke negara-negara barat seperti AS, Kanada, Eropa, Ausralia, dan di sejumlah negara-negara Scandinafia.

Pola migran lainnya bekas negara-negara jajahan negara maju pergi mengadu nasib ke negara-negara bekas penjajahnya, seperti warga muslin di kawasan Afrika seperti Marocco, Tunisia, Aljazair, Mesir, melakukan eksodus ke Perancis.

Demikian pula negara-negara muslim lainnya yang pernah dijajah oleh Inggeris karena tekanan ekonomi maka mereka berbondong-bondong memasuki Inggris.
 Selanjutnya