Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Secara populer, negara sekularisme sering diartikan sebagai sebuah negara sekuler yang memisahkan urusan agama dan urusan negara dan berkeyakinan tidak boleh agama mengintervensi urusan-urusan publik.
Agama lebih merupakan moral and private directions yang tidak bisa diaktualkan menjadi tata nilai untuk dunia publik. Jika pengertian sekularisme seperti ini, maka pertanyaan mendasar yang bisa kita kemukakan ialah benarkah AS negara sekularisme?
Jika membaca artikel-artikel terdahulu tentang karakter, filososi dan bahkan realitas sosial masyarakat AS, maka sesungguhnya AS tidak tepat disebut negara sekularisme.
Baca juga : Populasi Muslim Di AS
Lihat saja survei terakhir menunjukkan 92% masyarakat AS percaya terhadap Tuhan, tentu saja sesuai dengan keyakinan lebih dari 50 agama dan kepercayaan yang ada di AS.
Sebagai sebuah keyakinan, sudah pasti mengindikasikan adanya kekuatan inspirasi dan implementasi di dalam perilaku dan tindakan, baik sebagai individu, keluarga, maupun di dalam bermasyarakat dan bernegara.
Lihat pula ungkapan sumpah setia (The Pledge of Allegiance) AS tergores dalam kalimat: "I pledge allegiance to the Flag of the United States of America, and to the Republic for which it stands, one Nation under God, indivisible, with liberty and justice for all”. ("Saya berjanji setia kepada Bendera Amerika Serikat, dan kepada Republik tempatnya ditegakkan, satu Bangsa di bawah Tuhan, tak terpisahkan, dengan kebebasan dan keadilan untuk semua).
Baca juga : Islam & AS: Overlapped
Kata ”under God” mulai ditambahkan pada tanggal 12 Februari 1948, yang pertama kali disarankan oleh Louis Albert Bowman, seorang pengacara dari Illinois dengan alasan menyesuaikan semangat Gettysburg Lincoln.
Penambahan kata itu pernah menimbulkan konroversi berkepanjangan di AS tetapi pada akhirnya dimenangkan oleh kelompok yang mendukung adanya keterlibatan Tuhan di dalam bernegara di AS.
Ini artinya penggagas sekularisme AS tidak berhasil dan tetap kata Tuhan abadi di dalam ikrar sumpah setia itu. In God We Trust, artinya kita harus percaya kepada Tuhan dalam berbagai aspek kehidupan.
Baca juga : Obama, Islam, Dan Kesetaraan Gender
Jika demikian adanya, maka tidak tepat disebut negeri AS sebagai negeri yang sekuler Ateis. Pernahkah memegang atau melihat mata uang Dollar AS?
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.