Dark/Light Mode

Terapi Gizi, Penting Untuk Pemulihan Pasien Long Covid

Sabtu, 9 April 2022 10:33 WIB
Ilustrasi terapi gizi (Foto: Net)
Ilustrasi terapi gizi (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sembuh dari Covid-19, ternyata tak hanya sebatas mendapatkan hasil negatif PCR saja.

Banyak yang sudah dinyatakan sembuh, tapi masih mengalami gejala Covid lebih dari 3 bulan (Long Covid). Seperti sesak, lemah, kehilangan nafsu makan, dan sebagainya.

Terkait hal ini, Nutrisionis Gizi Nusantara Ruthy menekankan pentingnya gizi yang baik dalam pemulihan Long Covid.

Karena, gizi yang baik tak hanya mampu merestorasi fungsi organ tubuh, tetapi juga mencegah penurunan kondisi kesehatan.

Baca juga : Dukung Pemekaran, Puan: Tiga Provinsi Baru Untuk Melayani Papua Lebih Baik

"Terapi gizi diberikan dengan tujuan mempertahankan status gizi, mencegah atau mengatasi malnutrisi, dan mengatasi Covid dengan komorbid," jelas Nutrisionis Ruthy melalui laman Instagram Gizi Nusantara.

Dalam terapi gizi ini, protein memegang peranan penting. Karena dapat mengatasi kelemahan dan kelelahan pada pasien Long Covid.

Long Covid, disebut banyak menyebabkan pasien mengalami penurunan massa otot.

"Kebutuhan protein harian yang disarankan dalam terapi ini adalah 1,2 gram/kilogram berat badan," ujar Ruthy.

Baca juga : Wimboh: DK OJK Terpilih Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional

Diet Mediterania dapat diadopsi, karena banyak mengandung zat anti inflamasi (peradangan) dan immunomodulator (dapat memperkuat sistem imun tubuh). 

Sumber makanan yang dapat disertakan dalam diet ini adalah sayur dan buah, ikan dan minyak ikan, vitamin C dan D, vitamin E dan Zinc, serta lembaga dan serat.

Berikut rincian terapi gizi untuk pasien Long Covid:

1. Sulit menelan

Baca juga : USAHID Berikan Terobosan Pemulihan Pariwisata di Indonesia Pasca Covid-19

Pasien Long Covid yang mengalami kesulitan menelan disarankan untuk mengonsumsi makanan lunak. Sebaiknya, makanan dipotong kecil-kecil, cincang kasar, blender, dan kentalkan cairan yang diminum. Selain itu, dianjurkan menemui speech therapist atau terapis wicara.

2. Kehilangan nafsu makan

Mereka yang kehilangan nafsu makan disarankan makanan beraroma kuat, dengan warna menarik. Setiap kali makan pertama, dianjurkan mengonsumsi makanan tinggi kalori.

Selain itu, pasien juga dianjurkan melakukan aktivitas ringan, dan mendapat oral nutrition.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.