Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Artis Dona Agnesia percaya merawat pakaian yang dimiliki dengan sepenuh hati bisa memperpanjang masa pakai. Salah satunya dengan cara mencucinya menggunakan pembersih noda yang dapat membuat pakaian bersih, warna terlihat cerah dan tampak seperti baru.
“Untuk membantu mengurangi personal fashion waste kita, juga bisa memanfaatkan momen-momen istimewa salah satunya seperti Ramadan ini untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama dengan cara menyumbangkan pakaian lama kita,” jelas Dona, Kamis (21/4).
Baca juga : Indonesia Care CS Beri Bantuan Pesantren Tahfiz Di Karawang
Itu juga menurut istri Darius Sinathrya itu sebagai bentuk penghargaan dan kepedulian terhadap sang pemilik baru, sebelum menyerahkan pakaian lama, alangkah lebih baiknya memastikan pakaian tersebut dalam keadaan bersih dan tampak layak untuk dipakai.
Seperti diketahui membeli baju saat Lebaran merupakan tradisi turun-menurun yang sudah ada sejak dulu. Bahkan menurut Bahkan menurut survei JakPat (Jajak Pendapat) tahun 2021, meski pandemi masih melanda, belanja baju baru masih menduduki posisi empat besar (45 persen) diantara kebutuhan lainnya.
Baca juga : Ini Ambisi Besar Braif Fatari
Di saat 3 dari 10 orang Indonesia mengaku menyingkirkan sepotong pakaian setelah mengenakannya hanya sekali (Omnibus YouGov, 2017), di sisi lain, masih banyak masyarakat kurang beruntung yang tidak memiliki kesempatan membeli baju baru untuk merayakan Lebaran.
Menurut artikel yang dirilis The World Bank 2019, fast fashion dapat memperburuk masalah lingkungan karena mendorong lahirnya produk fashion yang memiliki masa pakai lebih singkat. Sebanyak 50 miliar pakaian baru diproduksi pada 2000, dan 20 tahun kemudian tepatnya tahun 2020, tercatat rata-rata konsumen membeli pakaian 60 persen lebih banyak.
Baca juga : Jelang SEA Games Vietnam, Tim Boling Indonesia Incar Juara Umum
Tidak hanya membeli lebih banyak, konsumen juga membuang lebih banyak pakaian. Sementara kurang dari 1 persen pakaian bekas didaur ulang menjadi pakaian baru.
“Mengenakan pakaian terbaik bentuk sukacita menyambut Hari Raya, tapi mengingat masih banyak yang tidak bisa membeli baju baru untuk merayakan Lebaran. Melalui gerakan #BahagiaBerbagiBaju, Vanish ingin mengajak berbagi kebahagiaan dengan ‘menghidupkan kembali’ pakaian lama layak pakai agar menjadi pakaian yang terlihat bersih dan pantas dikenakan untuk menyambut momen kebersamaan ini,” tambah Marketing Director Reckitt Indonesia Rahul Bibhuti. [MER]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya