Dewan Pers

Dark/Light Mode

Invasi Rusia Ke Ukraina Ancam Ketahanan Pangan Global

Jumat, 25 Februari 2022 17:07 WIB
Kredit Foto: Rusvesna.su
Kredit Foto: Rusvesna.su

RM.id  Rakyat Merdeka - Invasi Rusia ke Ukraina dinilai bisa mengancam upaya negara-negara di dunia dalam menjaga ketahanan pangan global. Ketahanan pangan global, yang terancam akibat disrupsi selama pandemi Covid-19, kini semakin terancam akibat invasi ini.

Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta mengatakan, konflik bersenjata merupakan salah satu faktor utama kerawanan pangan, dan konflik berkepanjangan dapat mengakibatkan kerawanan pangan global.

Disebutkan, ketahanan pangan global diwujudkan lewat sebuah sistem pangan yang terintegrasi antara negara-negara di dunia melalui perdagangan terbuka.

"Invasi ini tentu mengganggu berjalannya perdagangan sektor pertanian, distribusi dan juga logistik antar negara, terutama di dan dari Ukraina,” terang Felippa.

Berita Terkait : Antisipasi Kontinjensi Evakuasi WNI Di Ukraina, Kemenkumham Siapkan SPLP

Felippa menambahkan, keselamatan dan kecukupan pangan rakyat Ukraina perlu menjadi prioritas saat ini. Hancurnya beberapa fasilitas strategis di negara tersebut tentu mengganggu kelancaran distribusi pangan.

“Indonesia perlu segera mengantisipasi dampak dari invasi Rusia di Ukraina ke perekonomian dan perdagangan,” jelasnya.

Indonesia tercatat mengimpor gandum dalam jumlah besar dari Ukraina, dengan rincian sebesar 2,99 juta ton pada 2019 dan 2,96 juta ton di 2020, atau sekitar 28 persen dari total impor biji gandum Indonesia.

Sementara Ukraina tercatat mengimpor komoditas minyak kelapa sawit dan dari Indonesia dengan nilai impor sebesar 139 juta USD di tahun 2019.

Berita Terkait : CIPS: Indonesia Harus Maksimalkan Peran Di Presidensi G20

Saat ini, terdapat 9,9 persen dari populasi dunia atau 768 juta jiwa masih mengalami kelaparan, terutama di negara-negara berpendapatan rendah dan menengah, berdasarkan data dari FAO di 2021.

Indonesia dapat memainkan peranannya dalam mewujudkan ketahanan pangan global lewat Presidensinya di G20.

Tiga agenda pada sektor pertanian yang akan dibahas pada G20, yaitu membangun sistem pangan dan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan, mempromosikan perdagangan pangan yang terbuka adil dapat diprediksi dan transparan.

Dan mendorong bisnis pertanian yang inovatif melalui pertanian digital untuk memperbaiki kehidupan pertanian di wilayah pedesaan, sangat relevan dengan kondisi ketahanan pangan global saat ini.

Berita Terkait : Rusia Kena Getahnya 6 Bulan Lagi

"Dengan konflik Rusia-Ukraina saat ini, tantangan G20 menjadi lebih berat," pungkasnya. [FAZ]