Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kenali, 7 Fakta Soal HFMD Atau Flu Singapura, Jangan Telat Ke Dokter

Jumat, 20 Mei 2022 17:15 WIB
Ilustrasi anak demam (Foto: Net)
Ilustrasi anak demam (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dr. Adam Prabata, influencer yang banyak mengedukasi soal kesehatan di media sosial, menyoroti penyakit hand, foot, mouth disease (HFMD) atau yang beken dengan sebutan flu Singapura.

Belakangan, penyakit ini banyak terdeteksi di berbagai wilayah Indonesia.

"Sebutan flu Singapura muncul karena penyakit tersebut memiliki gejala mirip flu. Selain itu, juga sempat banyak ditemukan di Singapura. Namun sebetulnya, penyakit tersebut tidak disebabkan oleh virus flu," kata dr. Adam, Jumat (20/5).

Berikut fakta-fakta tentang HFMD seperti dijelaskan dr. Adam melalui akun Instagram-nya:

1. Dipicu Infeksi Virus

Penyakit HFMD disebabkan oleh infeksi virus dari famili Enterovirus.

"Ada tiga jenis virus. Pertama, Coxsackievirus A16 yang banyak memicu HFMD di Amerika Serikat. Kedua, Coxsackievirus A6 yang dapat memicu gejala berat. Ketiga, Enterovirus 71 yang menyebabkan HFMD di Asia Timur dan Asia Tenggara. Pada kasus yang tergolong jarang, virus ini juga dapat menyebabkan ensefalitis atau radang otak," jelas Adam, mengutip sumber Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Berita Terkait : Kemendagri Minta Pemda Bangun Kerja Sama Dengan Mitra Dalam & Luar Negeri

2. Gejala Awal

Awalnya, anak mengalami gejala seperti flu. Yakni demam, nyeri tenggorokan/menelan, tidak enak badan, nafsu makan berkurang.

Sekitar 1-2 hari setelah demam, anak biasanya mengalami sariawan. Selain itu, anak juga mengalami ruam di telapak tangan dan kaki, yang dapat disertai lenting berair.

3. Siapa Yang Dapat Kena?

Bayi dan anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun, merupakan kelompok usia yang paling sering terjangkit HFMD.

"Orang dewasa dan orang dengan sistem kekebalan tubuh baik, mungkin saja terinfeksi virus HFMD. Namun, tidak menunjukkan gejala sama sekali (asimtomatik). Mereka ini potensial sebagai pembawa (carrier) virus penyebab HFMD, dan kemudian menyebarkannya," terang dr. Adam.

4. Cara Penularan

Berita Terkait : Ketemu Menkeu Singapura, Airlangga Genjot Peluang Strategis Kedua Negara

HFMD dapat menular melalui cairan hidung dan tenggorokan berupa ingus, ludah, dan dahak; cairan dari lenting yang pecah; dan feses.

"Orang yang kena HFMD sangat menular dalam minggu pertama terinfeksi penyakit. Penularan virus kadang dapat terjadi beberapa hari hingga minggu setelah sembuh, atau bahkan saat tanpa gejala," papar dr. Adam.

5. Cara Mencegah Penularan

HFMD dapat dicegah dengan cuci tangan; menghindari kontak dengan anak yang terkena HFMD; menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut; serta membersihkan dan disinfeksi permukaan benda.

6. Cara Penanganan di Rumah

HFMD akan membaik dengan sendirinya, dalam hitungan 7-10 hari pada mayoritas kasus. 

Tidak ada terapi atau obat spesifik untuk HFMD.

Berita Terkait : Bela UAS, Syarikat Islam Sebut Singapura Langgar Resolusi PBB

"Untuk penanganan di rumah, berikan obat untuk mengurangi keluhan anak seperti demam, nyeri mulut, dan lain-lain. Pastikan anak cukup minum," kata dr. Adam. 

7. Jangan Telat ke Dokter

Penderita HFMD harus segera dibawa ke dokter, bila mengalami kondisi kurang minum atau hidrasinya tidak baik, gejala tidak membaik setelah 10 hari, memiliki imunitas yang lemah, mengalami gejala berat, dan berusia di bawah 6 bulan.