Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gencarkan Pengolahan Daging Sapi Berkualitas, GPW Gelar Jakarta Butcher Challenge

Jumat, 17 Juni 2022 10:33 WIB
Para peserta Jakarta Butcher Challenge
Para peserta Jakarta Butcher Challenge

RM.id  Rakyat Merdeka - Tren gaya hidup masyarakat perkotaan terus berkembang, terutama soal selera makanan. Bila sebelumnya, coffee culture menjadi tren gaya hidup masyarakat, kini beef culture atau konsumsi daging berkualitas jadi tren di kalangan masyarakat perkotaan. 

Hal ini terlihat dari permintaan daging sapi berkualitas di Indonesia yang terus meningkat, serta semakin menjamurnya pelaku usaha yang berfokus pada olahan daging sapi, baik di retail/reseller maupun food services (hotel, restoran, cafe, dan supermarket).

Seperti halnya barista di dunia kopi, profesi butcher di dunia olahan daging sapi dapat menjadi sebuah profesi masa depan yang menjanjikan, baik bagi kaum laki-laki ataupun perempuan.

Apalagi diiringi dengan semakin tingginya perhatian masyarakat perkotaan untuk memperoleh daging sapi yang tidak hanya lezat, tapi juga sehat dan berkelanjutan.

Melihat fenomena itu, salah satu perusahaan importir dan distributor daging sapi dan domba PT Global Pratama Wijaya (GPW) meluncurkan Program Meatcopedia, sebuah platform untuk memperkenalkan variasi potongan daging sapi, khususnya, bagian secondary cuts.

Mereka mendorong kreasi olahan makanan dari berbagai jenis potongan tersebut sehingga dapat memaksimalkan penggunaan bagian potongan daging sapi yang selama ini kurang populer.

“Kami ingin masyarakat Indonesia semakin kenal dan paham, bahwa daging sapi bukan hanya terdiri dari prime cuts, tapi juga ada bagian secondary cuts yang dapat diolah menjadi sajian lezat, berkualitas, dan bergizi," ujar Direktur PT Global Pratama Wijaya, Dian Paramita, Jumat (17/6).

Berita Terkait : Serukan Perdamaian, Cak Imin Gandeng Mufti Rusia Gelar Tabligh Akbar

Dia mengklaim, program Meatcopedia juga mengusung semangat sustainability. Melalui kampanye "No Waste, Good Taste" diharapkan setiap potongan daging sapi tidak disia-siakan. Secara tidak langsung, hal ini mendukung cita-cita Sustainable Development Goals, khususnya Goal 2-Zero Hunger.

Sejak pertama kali diluncurkan, program Meatcopedia dari GPW telah melaksanakan sejumlah kegiatan, termasuk memperkenalkan dan mempromosikan secondary cuts ke berbagai restoran, hotel, kafe, dan supermarket.

Selain itu, selama pandemi GPW juga konsisten melaksanakan online butchery training. GPW melihat keahlian dan kreativitas para butcher akan memainkan peranan penting di era beef culture, sebagaimana barista di dunia coffee culture.

Untuk itu, GPW menggelar Jakarta Butchers’ Challenge pertama di Indonesia. Kegiatan ini didukung Pemerintah Negara Bagian Victoria, Australia, yang juga terkenal dengan kualitas daging sapi yang tinggi dan mengusung semangat sustainability.

Acara puncak Jakarta Butchers Challenge telah digelar pada 14 Juni 2022 di Universitas Pelita Harapan, Karawaci, Tangerang. Acara ini menjadi puncak dari serangkaian ragam kegiatan Meatcopedia selama 12 bulan terakhir.

Trade Director Indonesia dari Victoria Government Trade & Investment Irawan Budianto mengaku senang dapat mendukung Meatcopedia dari GPW dan turut serta dalam Jakarta Butchers Challenge pertama di Indonesia.

"Kami berharap melalui inisiatif ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang paham akan berbagai jenis potongan daging sapi, teknik butchery yang tepat, juga memiliki awareness terhadap daging sapi yang sustainable," tuturnya.

 

Berita Terkait : Gus Halim: Kian Bagus Kinerja Pendamping Desa, Kian Berkualitas Perencanaan Desa

Jakarta Butchers’ Challenge ini diikuti oleh total 20 tim, yang pesertanya berasal dari kalangan profesional dan juga mahasiswa. Peserta dibagi menjadi dua kategori berdasarkan background masing-masing.

Mereka ditantang untuk mentransformasi daging utuh menjadi potongan-potongan yang kemudian diolah menjadi sajian atau hidangan kreatif menggugah selera.

Hadir sebagai juri dalam acara ini adalah Chef Vindex Tengker (Perwakilan dari Meat Livestock Australia), Chef Stefu Santoso (Executive chef APREZ Resto Jakarta), Chef Victor Taborda (Executive Chef Sudestada Jakarta).

Ketiga juri menilai setiap peserta berdasarkan aspek teknik dan kemahiran potong, inovasi dan kreasi produk, rasa, serta presentasi penyajian.

Chef Vindex Tengker, salah satu celebrity chef terkemuka memberi ucapan selamat GPW untuk event perdana Jakarta Butchers’ Challenge ini.

Dia optimis kegiatan ini dapat merubah persepsi masyarakat terhadap profesi butcher yang masih disalah persepsikan sebagai pekerjaan kasar bagi kaum pria.

"Padahal profesi ini, layaknya barista, merupakan profesi yang membutuhkan kemampuan khusus untuk memaksimalkan penggunaan daging sapi dan bisa dikerjakan oleh laki-laki maupun perempuan,” ujar Vindex Tengker.

Berita Terkait : Garuda Ajukan Penundaan Voting PKPU, Optimalkan Finalisasi Rencana Perdamaian

Keluar sebagai pemenang event butchery perdana di Indonesia ini adalah Brani Café & Restaurant, Royal Tulip Bogor Hotel, dan Bakerman di kategori professionals.

Sedangkan dari kategori students, Universitas Pelita Harapan (tim 2), Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti dan Universitas Pelita Harapan (tim 1) keluar sebagai pemenang. Sebagai informasi, finalis Jakarta Butchers’ Challenge berasal dari Jakarta, Bogor, Bandung, dan Solo.

Ke depan, GPW akan terus mengusung Meatcopedia sebagai program jangka panjang untuk secara konsisten memperkenalkan profesi butcher di Indonesia, opsi-opsi daging sapi yang lebih sustainable, dan mempromosikan berbagai potongan daging sapi, baik itu primary cuts ataupun secondary cuts.

“Kami memiliki visi untuk membentuk Indonesia Butcher Academy agar semakin banyak butcher-butcher andal di Indonesia dengan teknik dan kemahiran yang mumpuni serta diakui secara profesional dan bisa go global," tandas Dian Paramita. ■