Dewan Pers

Dark/Light Mode

Selesaikan Masalah Internal, Partai Berkarya Gelar Munaslub

Jumat, 27 Mei 2022 07:56 WIB
Munaslub Partai Berkarya di Jakarta, Kamis (26/5)/Ist
Munaslub Partai Berkarya di Jakarta, Kamis (26/5)/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Beringin Karya (Berkarya) menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Kamis malam (26/5).

Acara dihadiri seluruh pengurus DPP Partai Berkarya dan DPW serta DPC. Hadir Ketua Umum Partai Berkarya, Muchdi Pr didampingi Sekjen Partai Berkarya Badaruddin Andi Picunang, serta Ketua Harian DPP Partai Berkarya Sonny Pudjisasono dan pengurus lainnya. 

Dalam sambutannya, Muchdi PR mengakui Munaslub digelar untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada di internal Partai Berkarya. 

"Munaslub yang kita laksanakan dengan tujuan menguatkan tekad bersama, terutama di dalam AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) masih ada beberapa poin yang masih mengganggu semuanya," ungkap Muchdi saat bicara di podium.

Berita Terkait : Amrik Dicap China Negara Paling Berbahaya Di Dunia

Akibat dari gangguan, lebih dari satu tahun terjadi konflik yang berkutat pada masalah internal. 

“Materi yang ada di Munaslub kali ini merevisi masalah Mahkamah Partai yang selama ini menggangu perjalanan kita. Mudah-mudahan apa yang kita laksanakan malam ini mendapatkan apa yang kita harapkan," harap dia.

Muchdi berharap, dengan selesainya Munaslub ini seluruh kader menyatukan tekad untuk menyongsong kejayaan di masa depan.

Apalagi, dalam waktu dekat seluruh partai termasuk Partai Berkarya akan menghadapi pendaftaran partai politik pada Agustus 2022. "Persiapan kita menghadapi pemilu alhamdulillah telah dilaksanakan maksimal," katanya.

Berita Terkait : Stakeholders Ingatkan Potensi Masalah Dalam Wacana Pelabelan BPA

Kesuksesan ini merupakan kerja keras dari seluruh kader dan pengurus dari tingkat pusat hingga daerah. 

Sementara, Badaruddin Andi Picunang mengingatkan perlunya kekompakkan seluruh pengurus. Apabila tidak kompak dan pengurusnya keluar dari partai, maka, jangan berharap lolos menjadi peserta pemilu. 

“Partai ini akan lolos ke pemilu apabila pengurusnya kompak semua. Di pusat kepengurusan 100 persen, di kabupaten kota 75 persen dan di kecamatan 50 persen," katanya.

Namun sayang, politisi yang akrab disapa Badar ini melihat ada bumbu-bumbu perpecahan baru di internal partai.

Berita Terkait : Lestari: Tingkatkan Prestasi Olahraga, Benahi Tata Kelola Pembinaan

"Bagaimana kita bisa memperjuangkan rakyat kalau tidak bisa memperjuangkan partai sendiri di daerah. Banyak yang ingin berbicara tapi ditekan. Kepentingan kita di partai harus sejalan, kalau tidak sejalan ya bubar," kata dia, mengingatkan.■