Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mandi Safar, Tolak Bala Masyarakat Air Hitam Di Hari Rabu Wekasan

Kamis, 22 September 2022 19:58 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

 Sebelumnya 
Mandi Safar dimulai sejak matahari terbit. Mula-mula dilakukan pembacaan doa dan lantunan shalawat bersama-sama. Dilanjutkan dengan prosesi melarungkan menara tunggal tiga tingkat setinggi hampir lima meter.

Setiap tingkatan mewakili pemahaman Iman, Ihsan dan Islam. Menara tersebut berbentuk segi empat, yang melambangkan unsur penciptaan air, api, angin dan tanah.

Kemudian, kalimat-kalimat doa dituliskan di atas 1.111 lembar daun. Untaian doa tersebut diharapkan bisa menjadi penangkal musibah.

Berita Terkait : Kepala BPIP Minta Masyarakat Sidikalang Antisipasi Ideologi Selain Pancasila

"Jumlah daunnya harus ganjil karena angka yang baik," ucap As'ad.

Kemudian secara perlahan, ribuan orang mulai menceburkan diri ke air laut Pantai Babussalam. Wanita dan pria tidak boleh mandi bersama. Panitia membentangkan tali sebagai pembatas.

Prosesi tersebut baru selesai menjelang tengah hari. Ritual Mandi Safar merupakan acara puncak festival kebudayaan Desa Air Hitam Laut.

Berita Terkait : Stop Kekerasan Di Pesantren!

Sebelumnya, para santri Ponpes Wali Petu Desa Air Hitam juga melakukan khataman Alquran. Menurut As'ad, warga Desa Air Hitam Laut meyakini, setiap Rabu di pekan terakhir bulan Hijriah akan datang 120.000 bala.

"Makanya dilakukan proses Mandi Safar, untuk menolak bala tersebut," tuturnya. 

Ritual ini konon sudah dilakukan sejak ratusan tahun lalu. Mulanya hanya dilakukan oleh warga Desa Air Hitam Laut di rumah masing-masing. Namun, sejak 1965, mulai dilakukan secara masif dan terkonsentrasi di Pantai Babussalam.

Berita Terkait : Ganjar Bantu Masyarakat Kurang Mampu Bisa Nikmati Rumah Layak Huni

Tujuannya, agar ritual Mandi Safar bisa lebih bermakna dan menjadi satu tradisi adat istiadat yang bisa menarik perhatian dunia.

"Insya Allah, tradisi budaya ini akan terus dijaga. Terus dipertahankan karena menjadi perekat silaturahmi masyarakat Air Hitam Laut," tandas As’ad. ■