Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Canggihnya Metode EOS 3G, Bisa Atasi Masalah Postur Dan Tulang
Jumat, 31 Maret 2023 14:10 WIB
Sebelumnya
Siapa yang memerlukan EOS Imaging?
Meski EOS Imaging dapat dilakukan semua orang, namun metode pemeriksaan ini sangat cocok bagi pasien yang rentan terkena paparan radiasi dalam jumlah tinggi, seperti anak-anak dan orang tua.
Menurut Luthfi Gatam, hal ini dikarenakan anak-anak dan orang yang sudah tua memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah, membuat mereka akan lebih lemah terhadap paparan radiasi.
Karena prosesnya yang dapat dilakukan sambil berdiri, EOS Imaging cocok digunakan untuk mendiagnosa pasien dengan masalah postur untuk melihat seberapa parah perubahan postur pada tubuh mereka, seperti:
- Skoliosis
Baca juga : Pupuk Bersubsidi Telah Tersalurkan 1,42 Juta Ton
- Kifosis
- permasalahan keseimbangan
- bowleg (kaki O) atau knock knee (kaki X)
- displasia pinggul
Bagaimana Prosedur Penggunaan EOS Imaging di Eka Hospital?
Baca juga : Caleg PAN Okta Ajak Perempuan Maksimalkan Potensi Dan Kreatif
Eka Hospital sudah memiliki mesin EOS 3D yang diberi nama Jose. Pelaksanaan EOS Imaging di Gatam Institute Eka Hospital merupakan metode rontgen tulang canggih menyeluruh mulai dari atas hingga bawah struktur tulang, dan prosesnya mudah serta tidak memakan waktu lama.
"Sebelum proses pengambilan gambar, Anda akan diminta untuk mengganti baju khusus oleh petugas kesehatan," ujar Lutfhi Gatam.
"Kemudian kita akan masuk ke dalam mesin EOS 3D dan dokter akan melakukan scan atau pemindaian pada tubuh hanya dalam beberapa detik. Setelah itu kita sudah bisa keluar dan mengganti baju kembali," tambahnya.
Lebih lanjut Luthfi Gatam mengatakan, hasil gambar yang dihasilkan bisa langsung dilihat setelah proses pemeriksaan selesai dilakukan.
Ini dikarenakan pemeriksaan EOS Imaging akan langsung menghasilkan gambaran 3D tubuh Anda dan tak perlu melakukan stitching, atau menyatukan beberapa gambar dari beberapa scan untuk membentuk gambaran satu tubuh," jelasnya.
Baca juga : Banding Kasus Sambo, Jaksa Agung Kasih Penjelasan Panjang
Kelengkapan Teknologi di Gatam Institute Eka Hospital Pemeriksaan dengan EOS 3D belum lengkap dengan kecanggihan teknologi lainnya yang dapat membantu melengkapi proses penanganan masalah tulang, salah satu teknologi yang dimiliki Eka Hospital yaitu Robotic Navigation Spine Surgery.
Kehadiran Robotic Navigation Spine Surgery, menurut Luthfi Gatam menjadi terobosan di dunia ortopedi dan tulang belakang, karena alat tersebut dapat menangani operasi tulang belakang dengan tingkat akurasi penempatan screws atau implan mencapai 99.9 persen.
"Dengan bantuan dari EOS 3D yang dapat memberikan gambaran jelas struktur tulang Anda, dokter dapat menggunakan Robotic Navigation Spine Surgery dan melakukan operasi tulang belakang dengan lancar," ujarnya.
Selain itu Eka Hospital juga dilengkapi dengan teknologi O-arm yang dapat memberikan gambaran kondisi pasien secara real time juga C-arm 3D yang dapat melakukan rontgen tulang pasien dari berbagai proyeksi (samping, atas, bawah, depan, belakang, dan rekonstruksi 3D) yang langsung dapat dilihat di ruang operasi.
Serta ProAxis Table yaitu sebuah meja operasi yang dilengkapi dengan teknologi robot sehingga gerakannya lebih halus dan presisi. Meja ini memudahkan dokter melakukan tindakan kepada pasien dan akan mempersingkat waktu di ruang operasi. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya