Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dukung Lingkungan Bersih
62 Ribu Ton Sampah Plastik Berhasil Diproses Unilever
Rabu, 7 Juni 2023 22:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Unilever Indonesia ambil bagian dalam mendorong tahapan pengumpulan dan pemrosesan sampah plastik sebagai kunci penting untuk bertransisi ke ekonomi sirkular.
Keberhasilan mengumpulkan dan memproses lebih banyak plastik daripada yang digunakan untuk menjual produk, yaitu sebanyak 62.360 ton plastik sepanjang 2022.
Head of Division Environment and Sustainability Unilever Indonesia Maya Tamimi mengatakan, bahwa plastik memiliki tempat tersendiri di dalam rantai ekonomi, tetapi tidak di lingkungan kita.
Baca juga : Di Maria Beri Sinyal Bertahan Di Juventus
"Unilever Indonesia memiliki komitmen kuat untuk membangun planet yang lebih lestari dengan cara mengurangi penggunaan plastik, menggunakan plastik yang lebih baik, dan menghadirkan inisiatif tanpa plastik," ujar Maya dalam keterangannya, Rabu (7/6).
Maya menambahkan, salah satunya melalui upaya dan investasi yang signifikan dalam hal pengumpulan dan pemrosesan sampah plastik.
Di Indonesia, dari 19,45 juta ton timbulan sampah pada 2022, 18,4 persen adalah sampah plastik (3,6 juta ton).
Baca juga : Dukung Industri Pulp Dan Kertas, APP Sinar Mas Digitalisasi Bisnisnya
Sementara, hanya 9 persen sampah plastik yang bisa didaur ulang, sisanya 12 persen dibakar dan 79 persen berakhir di TPA dan mencemari lingkungan.
Konsep ekonomi sirkular dipercaya bisa menjadi solusi untuk memerangi polusi sampah plastik secara berkelanjutan.
Tidak hanya memiliki nilai tambah bagi lingkungan, pendekatan ini juga memberi dampak pada perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya