Dark/Light Mode

Sepekan Berhasil Kumpulin 35 Ribu Ton

Bulog Kebut Serap Beras Petani Lokal

Jumat, 2 Desember 2022 07:30 WIB
Petugas mengecek jumlah beras di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (25/11/2022). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa).
Petugas mengecek jumlah beras di Gudang Perum Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta, Jumat (25/11/2022). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/rwa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Meski sudah mengantongi lampu hijau dari Pemerintah untuk mengimpor beras, Perum Bulog tidak mau duduk berpangku tangan. Perusahaan pelat merah ini berusaha mengejar target stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan menyerap hasil pertanian lokal.

Kepala Bagian Humas dan Kelembagaan Perum Bulog, Tomi Wijaya memastikan, pihaknya masih terus melakukan penyerapan beras dari petani dalam negeri.

“Alhamdulillah, sudah berhasil diserap sebanyak 35 ribu ton dalam seminggu terakhir,” aku Tomi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Menurut Tomi, berbagai upaya terus dilakukan untuk meningkatkan stok CBP. Termasuk memenuhi pasokan beras yang berasal dari luar negeri.

Baca juga : Kita Darurat Data Pangan

Meskipun enggan menyebutkan asal negara pemasok beras tersebut, menurut dia, Bulog sudah memiliki sekitar 500 ribu ton beras di luar negeri, yang merupakan hasil kerja sama komersial.

“Intinya sesuai hasil Rakortas (Rapat Koordinasi Terbatas), Bulog diperintahkan untuk top up stok dalam rangka menjaga stabilitas harga beras nasional, dengan memaksimalkan penyerapan. Baik itu (beras dari) dalam negeri dan luar negeri,” terangnya.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran menilai, Pemerintah mesti mempertimbangkan opsi impor beras bila dihadapkan oleh tiga kondisi.

Pertama, ketersediaan cadangan beras tidak mencukupi hingga waktu panen tiba. Kedua, harga beras meningkat, baik di pasar tradisional maupun di supermarket. Dan ketiga, harga beras nasional lebih mahal dibandingkan harga beras di pasar internasional.

Baca juga : Mentan Minta Industri Serap Jagung Petani Lokal

Artinya, sambung Hasran, tidak ada salahnya jika Pemerintah mempertimbangkan opsi impor beras jika tujuannya untuk menjaga kestabilan harga di dalam negeri yang masih cenderung tinggi.

“Stok (impor) untuk menjamin ketersediaan hingga akhir tahun dan sebelum musim panen tiba,” jelas Hasran kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Ia meyakini, ketersediaan stok yang mencukupi akan membantu menjaga kestabilan harga beras. Harga beras yang tetap terjangkau sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah.

Di samping itu, pihaknya mendorong agar upaya peningkatan produktivitas pangan dan peningkatan kapasitas petani harus terus digenjot.

Baca juga : Stok Gula 449 Ribu Ton, PTPN Group Jaga Harga Di Petani

Sebab, kedua hal itu diperlukan. Dan, dapat dilakukan lewat adopsi teknologi pertanian, modernisasi dan juga investasi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.