Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Hari Anak Nasional, Prof Tjandra Suarakan Penanganan Stunting di Tahun Politik

Minggu, 23 Juli 2023 22:10 WIB
Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama. (Foto: Istimewa)
Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia Prof Tjandra Yoga Aditama. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari Anak Nasional yang jatuh pada 23 Juli, mengingatkan urgensi penanganan masalah stunting. Salah satu isu kesehatan krusial pada anak.

Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) Prof Tjandra Yoga Aditama menyebutkan 2 aspek ganda yang akan dihadapi anak yang mengalami masalah stunting.

"Pertama gangguan kesehatan dan ke dua gangguan kecerdasan anak bangsa, karena itu memang perlu amat dapat perhatian," kata Prof Tjandra dalam keterangannya, Minggu (23/7).

Baca juga : Sediakan Air Bersih, PUPR Siapkan Pembangunan SPAM Di Bengkulu

Meskipun, ia mengakui ada 3 tantangan yang akan dihadapi di tahun politik, dalam upaya mencapai target penurunan angka stunting.

Pertama, dari pengalaman panjang bertahun-tahun, angka stunting tidak bisa terkendali. Belajar dari negara lain dalam 1 dekade terakhir, penurunan stunting masih di bawah 1 persen.

"Jadi target semula stunting turun dari 28 persen ke 19 persen sudah berat, apalagi kalau harus turun jadi 14 persen tahun 2024," sambungnya.

Baca juga : Hadir Di Apel Akbar NasDem, Heikal Safar Ajak Kader Lawan Politik Uang

Tantangan kedua, sebut Prof Tjandra, penanganannya memang kompleks. Mulai dari masa remaja sampai kehamilan, melahirkan dan tahun-tahun pertama kehidupan anak, dan masalahnya sudah terjadi sejak beberapa dekade yang lalu. 

"Tantangan ke tiga memang kenyataan bahwa kita akan (atau sedang) masuk tahun politik, dimana perhatian dan sumber daya tentu tersedot ke aktifitas yang terkait dengan politik," tambahnya.

Meskipun diterpa berbagai tantangan, Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI menyebutkan 5 pendekatan yang dapat diambil untuk meningkatkan penurunan stunting pada tahun ini dan tahun depan. 

Baca juga : Hari Keluarga Nasional, Saatnya Berikan Makanan Bergizi Dengan Bijak Garam

Pertama, diperlukan komitmen politik untuk memprioritaskan kesehatan, terutama dalam hal penanganan stunting. Kedua, program-program yang secara ilmiah sudah jelas, segera diimplementasikan di lapangan. Ketiga, para politisi dapat menggunakan pencapaian dalam penanggulangan stunting sebagai bagian positif dari kampanye politik, sehingga isu kesehatan anak menjadi perhatian utama. 

Keempat, partisipasi masyarakat madani dan media massa sangat penting dalam mendorong para pengambil kebijakan untuk melakukan tindakan nyata dalam pengendalian stunting, selain dari partisipasi langsung masyarakat. 

"Ke lima, akan baik juga kalau ada dorongan dari organisasi internasional agar pemerintah Indonesia tetap meningkatkan kinerja penanggulangan stunting di bulan-bulan politik 2023 dan 2024 ini," tutupnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.