Dark/Light Mode

Wujudkan Hidup Sehat Tanpa Rokok, SOS Ajak Fans K-POP Turut Bergerak

Senin, 17 Februari 2025 22:59 WIB
Kegiatan K-POP Cardio Dance bersama Save Our Surroundings (SOS). Foto: Istimewa
Kegiatan K-POP Cardio Dance bersama Save Our Surroundings (SOS). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Masih dalam momentum Hari Kasih Sayang, gerakan Save Our Surroundings (SOS) menegaskan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang kata-kata, tetapi juga aksi nyata untuk melindungi orang di sekitar dari bahaya rokok.

SOS mengajak para penggemar K-POP dengan mayoritas perempuan untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan sehat dan isu-isu sosial, terutama terkait masalah kesehatan di rumah tangga.

Ketua Umum Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) Manik Marganamahendra menuturkan, konsumsi rokok tidak hanya merugikan kesehatan, tetapi juga mempengaruhi kondisi ekonomi rumah tangga.

“Pengeluaran rumah tangga untuk rokok seringkali mengurangi alokasi dana untuk kebutuhan pokok,” ujarnya dalam siaran persnya, Senin (17/2/2025).

Baca juga : Terapkan Strategi Mitigasi Risiko, BSI Turut Berantas Judol

Data Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) pada tahun 2022 mencatat bahwa rumah tangga di perkotaan rata-rata mengeluarkan Rp 407.285 per bulan untuk belanja rokok.

Padahal, uang tersebut dapat dialokasikan untuk belanja bahan pangan bergizi guna meningkatkan gizi rumah tangga terutama pada masyarakat pra-sejahtera.

“Hal ini menunjukkan bahwa prioritas pengeluaran rumah tangga yang kurang tepat berdampak negatif pada kualitas gizi keluarga,” katanya.

Manik juga menggarisbawahi pentingnya implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang memperketat regulasi iklan dan penjualan produk tembakau.

Baca juga : Mewujudkan Natal yang Damai Melalui Interaksi Antarumat Beragama

Peraturan ini melarang pemasangan iklan rokok dalam radius 500 meter dan penjualan rokok dalam radius 200 meter dari fasilitas pendidikan dan area bermain anak, serta melarang penjualan rokok secara eceran dan iklan di media sosial.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi akses dan paparan rokok kepada anak-anak dan remaja, sehingga menekan angka perokok usia muda.

"Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tegas dan konsisten untuk melindungi generasi muda dari bahaya rokok, termasuk menaikkan harga rokok melalui instrumen kebijakan cukai rokok,” tambah Manik.

Dia menilai KPOPers punya peran dan aksi penting selama ini, seperti bisa menggalang dana donasi untuk membantu logistik masa demonstrasi di beberapa aksi.

Baca juga : Ucapkan Selamat Atas Deklarasi GSN, Heikal Safar Ajak Masyarakat Berkolaborasi

“Bukan tidak mungkin KPOPers juga bergerak untuk menguatkan upaya pengendalian konsumsi rokok di Indonesia, ini adalah saatnya kita berkolaborasi,” katanya.

Founder dan instruktur K-POP cardio Indonesia Coach Sila Seik menyampaikan, pihaknya ingin menginspirasi masyarakat untuk hidup sehat dan menjauhi rokok.

“Cardio dance tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik, tetapi juga mempererat kebersamaan antar peserta dalam semangat hidup sehat, serta menawarkan alternatif positif bagi generasi muda untuk menghindari kebiasaan merokok,” terangnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :