Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Apakah Anda sering mengalami pusing-pusing setelah makan? Jika ya, bisa jadi, Anda mengalami hipotensi postprandial atau penurunan tekanan darah secara signifikan setelah makan. Kondisi ini biasanya ditandai dengan pusing, lemas, hingga pingsan pada 1–2 jam setelah makan.
Merujuk situs resmi Siloam Hospital, dalam kondisi hipotensi postprandial, tekanan darah sekitar 20 mmHg setelah makan. Bagi kebanyakan orang dengan kondisi ini, tekanan darah biasanya turun dalam waktu 30–60 menit setelah makan.
Jika diperlukan, dokter akan melakukan pemantauan tekanan darah ambulasi selama 24 jam untuk menegakkan diagnosis. Tes ini memeriksa tekanan darah setiap 10–15 menit.
Baca juga : Vaksin TBC Bukan Eksperimen, Menkes Tekankan Peran Media Dalam Edukasi
Terkait hal ini, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Kevin Moses Hanky Jr Tandayu, SpJP, FIHA mengatakan, kondisi ini lebih sering terjadi pada lansia atau orang dengan kondisi medis tertentu. Meski tak menutup kemungkinan, orang sehat juga bisa terkena.
Ini terjadi karena setelah makan, terjadi peningkatan aliran darah ke saluran cerna. Aliran darah ke bagian tubuh lain, termasuk jantung, berkurang.
"Pada lansia atau orang dengan kondisi medis tertentu, sulit untuk kompensasi. Sehingga terjadi penurunan tekanan darah secara signifikan atau hipotensi postprandial," jelas dr. Kevin via Instagram, Jumat (9/5/2025).
Baca juga : Tanah, Pangan, dan Wajah Baru Kekuasaan
"Pada keadaan ideal, terjadi refleks kompensasi secara aktif. Tekanan darah bisa tetap stabil," imbuhnya.
Pemicu Risiko
dr. Kevin memaparkan hal-hal yang dapat memicu hipotensi postprandial. Misalnya saja, konsumsi makan dalam porsi besar, tidak mengkonsumsi garam dalam jumlah yang cukup, dehidrasi, efek samping penggunaan obat tertentu, serta kondisi medis tertentu seperti gangguan jantung, diabetes, parkinson, dan sebagainya.
Mencegah Hipotensi Postprandial
Baca juga : Diungkap Rosan, Danantara Banyak Yang Lirik
Menurut dr. Kevin, hipotensi postprandial dapat dicegah dengan empat cara. Yakni makan dalam porsi kecil, namun sering; hindari makanan berkarbohidrat tinggi; minum air beberapa menit sebelum makan; dan hindari minuman beralkohol.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya