Dark/Light Mode

Pesona Bunga di Wastra Nusantara Tampil dalam Pameran Karya Quoriena Ginting

Minggu, 2 November 2025 13:04 WIB
Kolektor wastra Nusantara, Quoriena Ginting, kembali memamerkan koleksi kain terbaiknya dalam gelaran pameran ke-10. (Foto : Ist)
Kolektor wastra Nusantara, Quoriena Ginting, kembali memamerkan koleksi kain terbaiknya dalam gelaran pameran ke-10. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kolektor wastra Nusantara, Quoriena Ginting, kembali memamerkan koleksi kain terbaiknya dalam gelaran pameran ke-10 bertema “Rangkaian Bunga dan Budaya pada Wastra Nusantara.” Pameran bertajuk “Nusawastra Silang Budaya” ini digelar di Cikini 82, Jakarta, dan menampilkan kekayaan wastra dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara dibuka langsung oleh Quoriena Ginting, didampingi suaminya Daniel Ginting, pendiri Ginting Institute, serta Mbak Vanessa selaku pengelola dan pemilik lokasi pameran.

Dalam paparannya, Quoriena menceritakan perjalanannya mengoleksi wastra yang sudah dimulai sejak dua dekade lalu. Ketertarikan itu bermula dari pertemuannya dengan sehelai kain company tua.

“Saya memulai koleksi saya sekitar 20 tahun yang lalu. Awalnya saya tidak terlalu tertarik soal kain, tapi suatu ketika ada tukang antik menawarkan kain company yang kondisinya robek-robek. Dari situ saya mulai belajar, kenapa kain seperti ini dikoleksi,” ujar Quoriena.

Kecintaannya terhadap wastra menginspirasi lahirnya buku “Nusawastra Silang Budaya” yang diterbitkan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Proses penulisannya memakan waktu tiga tahun.

Baca juga : KBRI Beijing Fasilitasi Wawancara Deputi Pemasaran Kemenpar Dengan CGTN

Selama itu, Quoriena berkeliling ke berbagai daerah seperti Padang, Pekalongan, hingga Bangkalan untuk bertemu langsung dengan para seniman wastra.

 “Suami saya bilang, ‘Bagusnya kamu buat buku supaya yang bisa menikmati kain kamu bukan hanya teman-teman kita. Kalau kita buat buku kan semua orang bisa lihat,’” kenangnya.

Buku yang terbit pada 2016 itu memuat 245 kain pilihan dengan narasi yang ringan dan mudah dipahami pembaca umum.  

Pameran kali ini menjadi penyelenggaraan ke-10 sejak debutnya pada 2014. Quoriena menyebut kegiatan berpameran sebagai bentuk museum berjalan, agar masyarakat bisa melihat langsung keindahan wastra Nusantara.

“Ini adalah salah satu cara saya supaya orang juga bisa melihat betapa luar biasanya Indonesia dan saya juga bisa sharing passion saya. Saya ingin supaya kesenangan saya, kecintaan saya, pengetahuan saya itu tidak berhenti di saya, tapi bisa saya bagikan ke banyak orang,” jelasnya.

Baca juga : Kematangan Diplomasi Presiden Prabowo Subianto Dalam Perdamaian Dunia Di Gaza

Judul Nusawastra Silang Budaya diambil dari konsep keberagaman dan persilangan budaya di Indonesia. Quoriena menjelaskan, setiap wastra di Nusantara memiliki pengaruh lintas budaya dari India, Arab, hingga Cina.

 “Kami akhirnya putuskan namanya Nusawastra Silang Budaya,” ujarnya. Tema kali ini, “Rangkaian Bunga dan Budaya pada Wastra Nusantara,” terinspirasi dari motif buketan atau rangkaian bunga yang banyak ditemukan dalam koleksinya.

Quoriena menegaskan, dirinya tak hanya mengoleksi kain kuno, tetapi juga wastra modern yang memiliki nilai estetika tinggi.

“Saya tidak mau terfokus sama masa lalu. Justru saya juga mau fokus saya melihat masa sekarang, kain-kain mana yang bagus supaya juga saya bisa jaga itu untuk masa depan,” tutupnya.

Salah satu koleksi unggulan bertema bunga adalah Batik lawas karya Eliza van Zuylen dari era 1800-an, yang menjadi representasi kuat persilangan budaya dalam wastra Nusantara.

Baca juga : Rumah Menlu Diserang, Kaca Jendela Hancur

Pameran ini menampilkan beragam kain pilihan, mulai dari Batik Lasem, Kudus, Madura, dan Pekalongan, hingga Tenun Nusa Tenggara serta kain sakral Gringsing dari Bali—satu-satunya kain ikat ganda (double ikat) di Indonesia. Selain koleksi pribadi Quoriena, pameran juga menghadirkan karya para seniman wastra seperti: • Dudung Alie Syahbana – menampilkan batik modifikasi dengan penggabungan motif larangan dan tokoh pewayangan Jawa.

 Henni Adli – memamerkan Songket Silungkang, ragam sulam Sumatera Barat, dan kerajinan krancang. Melalui pameran ini, Quoriena berharap masyarakat semakin mencintai warisan wastra dan memahami nilai-nilai luhur di balik setiap helai kain Nusantara.  “Saya ingin wastra terus hidup dan relevan di era modern,” tandasnya. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.