Dark/Light Mode

Edness Siap Gebrak Industri Fesyen Nasional

Minggu, 11 Januari 2026 21:04 WIB
Pemilik sekaligus Creative Director Edness, Kayla Pranes Edward (kanan), Staf Khusus Wakil Ketua DPD Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kartini Amir (kiri) dan Owner Edness Nes Nelya (tengah) dalam acara Edness Milestone : 14 Years of Modesty and the Unveiling of Renewal yang diselenggarakan di Top Golf Jakarta, Minggu (11/1/2025). Foto: Edness
Pemilik sekaligus Creative Director Edness, Kayla Pranes Edward (kanan), Staf Khusus Wakil Ketua DPD Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kartini Amir (kiri) dan Owner Edness Nes Nelya (tengah) dalam acara Edness Milestone : 14 Years of Modesty and the Unveiling of Renewal yang diselenggarakan di Top Golf Jakarta, Minggu (11/1/2025). Foto: Edness

RM.id  Rakyat Merdeka - Brand fesyen lokal Edness by Kayla menyatakan kesiapannya memperkuat posisi di industri fesyen nasional dengan mengusung konsep pemberdayaan dan kolaborasi digital.

Kesiapan tersebut dilontarkan Pemilik sekaligus Creative Director Edness, Kayla Pranes Edward dalam acara 'Edness Milestone : 14 Years of Modesty and the Unveiling of Renewal' yang diselenggarakan di Top Golf Jakarta, Minggu (11/1/2025).

Turut hadir dalam acara tersebut aktor sekaligus model Rey Bong, influencer Zoe Annas Jackason dan Bunga Fathia serta Staf Khusus Wakil Ketua DPD Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Dr. Kartini Amir, hadi pula Dewi Indriati Rano Karno.

Kayla mengatakan keberadaan brand ini tidak hanya berorientasi pada penjualan, tetapi juga ingin menghadirkan dampak sosial dan ekonomi bagi perempuan serta generasi muda.

Menurut Kayla, salah satu kekuatan Edness terletak pada ekosistem digital yang mereka bangun melalui program afiliator lokapasar. Melalui mekanisme ini, perempuan dari berbagai daerah dapat terlibat dalam bisnis fesyen melalui penjualan daring tanpa perlu modal besar.

“Edness membawa spirit pemberdayaan perempuan dan generasi muda melalui platform digital, khususnya dengan program afiliator loka pasar. Kami berharap pertumbuhan brand Edness by Kayla ikut berkontribusi dalam meningkatkan skala ekonomi semua pihak yang terlibat dalam bisnis fesyen tersebut,” ujarnya.

Kayla menegaskan bahwa Edness bukan hanya menyasar pasar fesyen muslim, melainkan perempuan secara umum. Desain yang dikembangkan bersifat versatile sehingga dapat dikenakan dalam berbagai kesempatan, baik kasual maupun semi formal.

Baca juga : RDMP Balikpapan Perkuat Infrastruktur Energi Nasional Terintegrasi

“Sebetulnya Edness by Kayla tidak khusus untuk fesyen muslim. Desain kami dibuat versatile, sehingga bisa digunakan pada berbagai kesempatan. Dengan mix & match yang tepat, koleksi Edness by Kayla dapat dipakai oleh banyak perempuan sesuai gaya dan kebutuhan masing-masing,” jelasnya.

Dalam hal desain dan produksi, Edness mengunggulkan kenyamanan dan relevansi sebagai nilai utama. Kayla menyebut kualitas bahan, konstruksi potongan, hingga pemilihan detail menjadi prioritas agar pengguna merasa percaya diri sekaligus nyaman.

“Keunggulan Edness by Kayla ada pada kualitas bahan, potongan yang nyaman, dan desain yang relevan dengan kebutuhan perempuan,” katanya.

Menariknya, perjalanan Edness bukanlah fenomena instan. Kayla mengungkapkan bahwa Edness tumbuh melalui interaksi jangka panjang dengan pelanggan. Selama 14 tahun, brand ini menjalin hubungan erat dengan reseller dan konsumen yang memberi masukan langsung terhadap produk.

“Kami tumbuh bersama reseller dan pelanggan selama 14 tahun, sehingga setiap produk dibuat berdasarkan pengalaman dan masukan langsung dari pelanggan kami,” imbuhnya.

Strategi tersebut membuat Edness memiliki kepekaan terhadap kebutuhan pasar, terutama perempuan usia produktif yang membutuhkan pakaian praktis, aman, dan tetap stylish.

Ednes juga memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memperluas akses bagi konsumen yang berada di luar kota besar, terutama di era ekonomi digital yang kian berkembang.

Baca juga : Genap 50 Tahun, INALUM Perkuat Peran Di Industri Aluminium Nasional

Dengan ekosistem bisnis berbasis digital, desain yang adaptif, serta komitmen terhadap pemberdayaan perempuan, Edness optimistis dapat berkontribusi dalam memajukan industri fesyen nasional.

Kayla menyatakan pihaknya akan terus memperkuat kanal distribusi, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas kolaborasi dengan pelaku UMKM dan komunitas untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Di tempat yang sama, Staf Khusus Wakil Ketua DPD Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Kartini Amir menilai industri fesyen Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan dan berpotensi menjadi kiblat mode baru di kawasan Asia Tenggara.

Kartini bilang Indonesia memiliki keunggulan kompetitif karena kekayaan budaya yang melimpah menjadi sumber inspirasi desain. Hal ini membuat karya fesyen lokal memiliki karakter kuat dan berbeda dari produk negara lain.

“Brand fesyen lokal kita diminati karena punya detail craftsmanship dan cerita budaya yang unik,” ujarnya.

Menurutnya, perkembangan fesyen nasional terlihat pada dua sektor, yaitu mass market dan sektor premium berbasis budaya. Produk modest fashion, busana kasual, hingga pakaian siap pakai dinilai semakin kompetitif dan diserap pasar regional, sementara karya premium berbasis batik, tenun, dan sulam etnik mulai menembus pameran internasional serta platform penjualan digital.

Pasar Asia Tenggara menjadi sasaran ekspor yang menjanjikan. Produk fesyen asal Indonesia disebut diminati konsumen dari Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam hingga Thailand karena dinilai berkualitas, nyaman, dan memiliki estetika khas.

Baca juga : Didukung Kebijakan Pemerintah, Industri Keramik Nasional Melesat Di 2025

Kartini menambahkan bahwa pertumbuhan sektor fesyen tidak lepas dari berkembangnya ekosistem ekonomi kreatif, UMKM fesyen, dan saluran pemasaran digital.

Dia menilai dukungan kebijakan pemerintah dalam promosi internasional, peningkatan SDM kreatif, serta penguatan rantai pasok bahan baku akan memperkuat posisi Indonesia di pasar regional.

“Jika industri kreatif dan modernisasi industri berjalan beriringan, Indonesia berpeluang menjadi pusat inspirasi mode di kawasan,” katanya.

Dengan minat pasar luar negeri yang terus tumbuh serta penguatan daya saing domestik, dia yakin sektor fesyen akan menjadi salah satu motor ekonomi yang berpotensi membawa Indonesia menjadi kiblat mode di Asia Tenggara.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.