Dark/Light Mode

Catatan Mariana Ginting

Mendongeng, Tingkatkan Minat Baca Anak

Kamis, 10 Juni 2021 00:16 WIB
Pustakawan Ahli Utama Perpusnas Mariana Ginting (Foto: Istimewa)
Pustakawan Ahli Utama Perpusnas Mariana Ginting (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia anak adalah dunia yang menyenangkan dan kita harus mampu memenangkan hati si kecil. Cerita atau dongeng menjadi suatu hal yang menyenangkan bagi anak-anak. Melalui dongeng mereka dapat berimajinasi atau berkhayal menjadi apa saja.

Namun pesatnya perkembangan teknologi informasi yang ditandai dengan maraknya games, internet dan media hiburan lainnya, kian merebut perhatian masyarakat khususnya anak-anak. Kegiatan mendongeng yang dulu sering terdengar sekarang sudah jarang dilakukan oleh orangtua atau pihak-pihak lain kepada anak-anak. 

Sungguh disayangkan, padahal jika dikaji secara mendalam kegiatan mendongeng merupakan sarana untuk berkomunikasi dua arah (umumnya antara orangtua dan anak). Walau sebagian dari orang tua mengatakan bahwa tidak dapat mendongeng karena tidak tahu tekniknya. Padahal mendongeng hanyalah kegiatan bercerita tentang apa saja yang menarik.

Sebagai tradisi lisan, dongeng pernah menjadi primadona bagi ibu atau nenek dalam mengantar tidur anak atau cucu mereka. Namun seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat dan faktor kesibukan yang semakin meningkat tradisi mendongeng banyak ditinggalkan orang. 

Berita Terkait : Layanan Pocadi Buka Jendela Pengetahuan

Televisi, film, dan gadget lebih menarik perhatian dibanding mendongeng. Seorang ibu yang biasanya mendongeng saat anaknya menjelang tidur seringkali tidak mengetahui bahwa anaknya sudah berangkat tidur karena asyik dengan acara televisi atau alat smartphone-nya. Mendongeng merupakan kegiatan yang tampaknya sepele, tetapi sangat berarti bagi perkembangan jiwa anak

Kegiatan ini juga merupakan metode yang sangat ampuh dalam menumbuhkembangkan daya nalar, rasa ingin tahu dan kreativitas anak serta merupakan suatu cara yang efektif untuk memperkenalkan buku-buku (bahan bacaan) kepada anak-anak. 

Salah satu manfaat mendongeng adalah dapat meningkatkan minat baca anak. Tentunya bagi anak-anak yang memiliki ketertarikan pada dongeng akan memiliki rasa penasaran yang lebih tinggi. Cara yang paling mudah untuk mendongeng adalah dengan membacakan buku cerita kepada mereka. Ketika tertarik pada cerita yang dibacakan, mereka menjadi lebih tertarik pada buku-buku cerita bergambar. Dengan sendirinya, minat membacanya menjadi tumbuh.

Kita ketahui bersama bahwa dongeng merupakan suatu warisan dari nenek moyang kita secara turun temurun yang harus diteruskan atau dilestarikan keberadaannya. Meskipun benar atau tidaknya suatu dongeng tersebut masih perlu kita pertanyakan. 

Berita Terkait : Tingkatkan Layanan Serah Simpan, Perpusnas Kembangkan e-Deposit

Selain itu juga dongeng merupakan  karya sastra yang bisa membangun sebuah karakter anak-anak untuk belajar berimajinasi. Mendongeng secara lisan sangat baik untuk perkembangan imajinasi anak dan perasaan ritmis otak kiri anak demi pengembangan karakter anak.

Sang anak melakukan tindak komunikasi secara kritis, anak mengajukan pertanyaan terhadap sesuatu yang didengarnya atau sesuatu yang tidak masuk akalnya. Orang dewasa harus bisa menjawab atau mengomentari secara bijaksana dan berpesan kepada anak agar meniru sifat tokoh baik dan anak-anak tidak meniru sifat yang jahat pada tokoh cerita dalam dongeng.

Anak usia dini itu peniru ulung. Ia akan meniru apa yang dilihat, dirasakan dan didengar dari lingkungannya. Ini karena ia belum mengetahui batasan benar atau salah, baik atau buruk serta pantas atau tidak pantas. Karena itu, masa usia dini anak adalah masa yang tepat bagi orangtua untuk memberikan pendidikan yang membantu mengembangkan perilaku positif anak.

Mendidik anak dengan mendongeng adalah pilihan yang masuk akal. Pada sebuah dongeng terdapat amanat yang sangat penting bagi perkembangan pola pikir anak-anak. Tokoh dalam dongeng dapat menjadi contoh atau teladan bagi anak. Melalui dongeng yang didengar atau dibaca, tanpa disadarinya, anak telah menyerap beberapa sifat positif, seperti kejujuran, keberanian, kerja keras, saling mencintai sesama manusia, menyayangi binatang, mandiri, serta anak belajar untuk membedakan hal-hal yang baik dan buruk.

Berita Terkait : 20 Tahun GPMB Budayakan Minat Baca dan Literasi

Pola pengasuhan anak melalui mendongeng juga dapat mendekatkan anak dalam mengapresiasi budaya literasi sejak dini. Anak secara tidak langsung memiliki perilaku menyimak dengan baik. Juga, anak dapat menirukan orang tuanya dengan banyak membaca buku-buku bacaan. 

Adapun kontribusi lebih jauh, dapat merangsang anak menjadi seorang pencerita (penulis cerita). Oleh sebab itu kita sebagai orang tua janganlah bermalas-malas untuk mendongengkan anak-anaknya, di mana dan kapan saja. 

Dengan mendongeng sejak dini akan dapat menumbuhkan minat membacanya, menumbuhkembangkan daya nalar, rasa ingin tahu dan kreativitas anak, dan mendongeng bisa mencegah anak kecanduan akan gawai.***
 
Penulis: Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional