Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bikin Konten Cerita Dari Pendopo

Anies Mulai Pamer Yang Manis-manis

Senin, 13 Desember 2021 07:40 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: YouTube Anies Baswedan)
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Foto: YouTube Anies Baswedan)

RM.id  Rakyat Merdeka - Selain aktif di media sosial Instagram dan Twitter, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mulai merambah ke dunia YouTube. Dia membuat channel pribadi yang diberi nama “Dari Pendopo”. Lewat program baru itu, Anies pamer yang manis-manis terkait kinerjanya selama 4 tahun memimpin Ibu Kota.

Program baru Anies itu, di-launching 2 hari lalu. Ada dua video yang di-upload Anies lewat channel tersebut. Pertama, video berdurasi 1.36 menit yang diberi judul; Selamat Datang. Dalam video ini, Anies hanya memperkenalkan program Dari Pendopo.

“Lewat channel ini, saya akan bagikan itu semua, dan harapannya bagi yang mendengarkan ini akan memperkaya perspektif mereka atas apapun yang dilihat, ataupun yang diperhatikan,” kata Anies.

“Ini adalah perspektif dari kami, bayangan dari kami, rencana dari kami, dan itu yang nanti akan saya sampaikan,” sambungnya.

Meskipun masih anyar, konten ini laris manis. Hingga semalam, video tersebut sudah dilihat lebih dari 6 ribu orang. Tercatat, sudah ada 87 ribu orang yang masuk dalam subscriber Anies.

Berita Terkait : Gelar Konvensi Rakyat Digital, Partai Perindo Banjir Pujian

Video kedua, durasinya lebih panjang, sekitar 20 menitan. Video tersebut diberi judul; Buah Jauh Jadi Dekat. Beda dengan video pertama, dalam video kedua ini, tema yang dibahas sudah jauh lebih serius.

Namun, latar dan nuansanya masih sama. Anies tampil seorang diri, tengah duduk di atas kursi kayu yang berada di sebuah pendopo. Ruangan tersebut kental dengan nuansa kayu. Baru beberapa jam video itu di-upload, sudah ditonton hampir 16 ribu kali dan disukai hampir 3.500-an.

Lewat video monolog itu, Anies membahas banyak persoalan. Mulai dari nasib Kepulauan Seribu, salah satu kabupaten yang dimiliki Jakarta, hingga membahas soal ketimpangan dan pelayanan publik kepada masyarakat terpencil.

Meskipun di awal-awal disebutkan kalau channel YouTube itu untuk membahas seputaran Ibu Kota, Anies tetap saja dicurigai. Banyak yang menduga, Anies sudah mulai persiapan untuk menatap Pemilu 2024. Apalagi, Anies jadi salah satu kepala daerah yang masuk dalam 3 besar tokoh yang memiliki elektabilitas sebagai capres tertinggi versi beberapa lembaga survei.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno yang punya kecuriagaan tersebut. Adi menilai, konten yang dibuat Anies ini sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2024. Maksudnya? Kata Adi, Anies tidak ingin kehilangan pendukungnya, ketika di tahun depan, dirinya sudah habis masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Berita Terkait : Pesut Etam Mulai Merangkak Masuk 10 Besar

“Anies mulai khawatir kehilangan panggung politik karena tinggal hitungan bulan sudah tak lagi Gubernur,” kata Adi.

Ia menyebut, isi kontennya, menjadi bagian dari upaya Anies agar tetap eksis jelang Pemilu 2024. “Intinya, ini jualan baru Anies jelang masa jabatannya,” cetus Adi.

Kekurangan Anies saat ini, kata Adi, belum ada keberanian menyatakan siap maju di Pilpres 2024. Adi juga menilai Anies masih menganggap dirinya lebih besar dari partai. Padahal, elektabilitasnya terkadang di bawah Prabowo Subianto atau Ganjar Pranowo.

“Anies terlihat mau solo karir. Tak mau cawe-cawe mencari partai politik seperti RK (Ridwan Kamil). Anies sejauh ini sepertinya merasa tak perlu masuk partai. Anies masih jual mahal dan cukup yakin bahwa pamornya akan terus menyihir partai,” urai Adi.

Sementara itu, sejumlah warganet ikut heboh dengan channel YouTube yang dibuat Anies. Berbagai pujian diberikan banyak warganet kepada eks Rektor Universitas Paramadina.

Berita Terkait : Bamsoet Dorong Pemerintah Cari Solusi Proyek Jakarta Monorail

“Udah nonton fullnya di Youtube. Keren banget Pak Anies. Visioner, proud of you. Tapi kenapa presiden negara ini pemikirannya kagak sampai ke hal seperti yang Pak Anies pikirkan dan lakukan,” kata @Agung_Renjana. “Jangan kasih lihat buzzer. Ntar mereka kejang-kejang lagi,” timpa @Rina21069065. “Pasti banyak yang nyusul bikin juga. Yang ini kreatif. Yang lain plagiat,” cetus @Vinozein.

Selain pujian, banyak juga yang malah berkomentar nyinyir. “Perbaiki gesturnya pak. Anda terkesan arogan dan ngeyel. Sekadar saran,” ujar. @aewin86. “Hua hahaha...dari awal cuma cerita. Sampai sekarang pun cuma cerita. Akhirnya...ya cuma cerita,” timpal @fariji_lacak.

“Komunikasi politik dan branding diri yang baik Pak Anies, tentu saja tak terlepas dari mulainya agenda 2024. Sayang bapak ndak ada nama No To Ne Go Ro nya... “ tutur @NarayaMade. [MEN]