Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gegara 1 Siswa Positif Covid, SMPN 252 Jaktim Setop Sementara PTM

Kamis, 13 Januari 2022 15:42 WIB
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama pandemi. (Foto ; istimewa)
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) selama pandemi. (Foto ; istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pembelajaran Tatap Muka atau PTM di SMP Negeri 252 Pondok Kelapa, Jakarta Timur dihentikan sementara setelah seorang siswa dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Kepala SMPN 252 Jakarta, Misto mengatakan, kegiatan PTM 100 persen di sekolahnya dihentikan selama lima hari ke depan. Kebijakan tersebut sesuai dengan SKB 4 Menteri tentang PTM Terbatas.

"Sesuai dengan regulasi SKB 4 Menteri dan juga dari keputusan kepala dinas yang menyatakan bahwa kalau ada satu siswa yang terpapar, baik di klaster rumah atau klaster sekolah, (PTM) itu dihentikan untuk sementara, sesuai regulasi yaitu lima hari," kata Misto dikutip dari Antara, Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Berita Terkait : Satu Siswa Positif Covid, SMAN 71 Jaktim Kembali Sekolah Online

Dengan dihentikannya PTM 100 persen, maka siswa SMPN 252 Jakarta kembali belajar secara daring mulai hari ini hingga lima hari ke depan. Sekolah akan kembali dibuka pada Selasa (18/1/2022) mendatang.

Misto menyatakan bahwa siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut sudah dirawat sejak Selasa, 11 Januari 2022 lalu bersama sang ayah di Rumah Sakit Omni Pekayon, Bekasi.

"Yang terpapar (Covid-19) itu klaster dari rumah dan rumahnya ini kebetulan mereka tinggalnya bukan di DKI, tapi di Bekasi," ujar Misto.

Berita Terkait : Positif Covid, Presiden Ceko Lantik Perdana Menteri Baru Dari Dalam Kotak Kaca

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 252, Sugiyanto mengaku belum mengetahui apakah siswanya terpapar varian Omicron atau tidak.

Meski begitu, pihaknya langsung mengambil langkah tegas melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan. Sterilisasi ini sebenarnya juga sudah rutin dilakukan.

"Kami mengambil langkah-langkah yang pertama sore harinya kita semprot disinfektan seluruh kelas, kemudian selanjutnya kita koordinasi dengan Puskesmas," ujar Sugiyanto. [IPL]