Dark/Light Mode

Jaga Anak Dari Sengatan Omicron

Wagub: Mohon Tetap Berada Di Rumah Meski Sudah Vaksin

Minggu, 6 Februari 2022 07:25 WIB
Warga berolahraga di jalur pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.
Warga berolahraga di jalur pedestrian Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

 Sebelumnya 
Kasus aktif itu banyak sekali, tak bisa dihindari,” katanya, kemarin. Berdasarkan itu, Dicky meminta Pemerintah dan masyarakat mempercepat akselerasi vaksinasi booster. Terutama pada lansia dan komorbid. Selain itu, segera melengkapi vaksin pada anak hingga 2 dosis. Pasalnya, mereka dominan menjadi penghuni rumah sakit. Karena itu, ada hal yang harus dipahami. Jika rumah sakit belum penuh atau di bawah BOR standar, bukan berarti situasi terkendali.

Baca juga : Waspada Varian Omicron, Wamenag Minta Madrasah Patuhi Prokes

Bukan berarti tak serius di masyarakat. Itu akan bergantung karakter masyarakat Indonesia. Menurut Dicky, meski BOR tampak terkendali, namun pada gelombang Omicron kali ini justru kelompok paling rentan adalah anak-anak. Sebab, anak di bawah 6 tahun belum mendapatkan vaksin. Anak usia 6-11 tahun juga sebagian besar belum vaksin atau baru 1 dosis. Dan anak di atas usia 12-18 tahun bisa jadi vaksinnya sudah kedaluwarsa. Jadi, meski BOR untuk orang dewasa cenderung stabil.

Baca juga : Kasus Di Jabodetabek Menuju Lampu Merah

Tetapi kalau anak-anak sudah sakit, itu sudah cukup membuat BOR kewalahan. “Fasilitas ruang rawat inap anak sangat terbatas. Ruang NICU, PICU itu sedikit. BOR untuk anak sudah cukup mengancam,” kata Dicky. Menurutnya, orang tua pasti akan cemas saat anaknya mengeluh sesak atau gejala tak biasa. Maka saat panik itulah, orang tua berbondong-bondong bawa anak ke rumah sakit dan memicu BOR penuh.

Baca juga : Pengusaha Waswas Omicron Meledak Di Bulan Ramadan

Dicky mencontohkan, tren global menunjukkan proporsi kasus anak terkesan naik lebih banyak saat gelombang Omicron kali ini. Karena anak-anak belum vaksin. “Kita lihat Eropa, Amerika, Australia, mulai melaporkan kasus kematian pada anak,” ungkapnya. [DRS]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.