Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ayo Ketatkan Kembali Prokes
Omicron Ngamuk, Keterisian Rumah Sakit Terus Menanjak
Sabtu, 29 Januari 2022 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Meskipun ruang perawatan di rumah sakit (RS) DKI Jakarta masih memadai, tetapi tren keterisiannya terus meningkat. Bukan tidak mungkin, fasilitas kesehatan kembali lumpuh jika kasus Covid-19 tidak bisa direm.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengakui, keterisian tempat tidur RS atau Bed Occupancy Rate (BOR) mencapai sekitar 45 persen dari 3.900 unit kapasitas tempat tidur isolasi yang tersedia.
“Saya nilai kapasitas yang tersedia masih lebar,” kata Widyastuti, di Jakarta, kemarin.
Baca juga : Kementan Dukung Polres Nganjuk Tindak Tegas Mafia Pupuk Subsidi
Dalam kondisi darurat, menurutnya, RS di Ibu Kota bisa mencapai kapasitas maksimal sebanyak 11 ribu lebih.
Untuk kapasitas Intensive Care Unit (ICU) terisi sebanyak 86 unit atau 15 persen dari 611 kapasitas.
Widyastuti menambahkan, pihaknya terus memantau perkembangan tingkat keterisian tempat tidur atau BOR di sejumlah rumah sakit. Sebanyak 91 rumah sakit sudah meng-input data di sistem.
Baca juga : Kasus Kematian Omicron Mencuat, Pemerintah Harus Lakukan 7 Hal Ini
“Dari sekitar 1.700 kasus Covid-19, sekitar 39 persen gejalanya ringan. Kemudian, ada yang asimtomatis (tanpa gejala) sekitar 9 persen,” ucapnya.
Widyastuti mengimbau masyarakat yang terpapar Covid-19 bergejala ringan agar melakukan isolasi mandiri di rumah. Untuk bergejala sedang sampai berat saja yang dirawat di rumah sakit. Terlebih ada regulasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang menganjurkan bahwa pasien tanpa gejala maupun yang bergejala ringan sebaiknya tidak dirawat di rumah sakit.
Dinkes DKI meminta warga untuk tidak panik apabila terpapar virus Corona. Apalagi, Pemerintah Pusat tengah menyiapkan fasilitas telemedicine untuk membantu isolasi mandiri. Dia mengimbau warga mengetatkan protokol kesehatan (prokes).
Baca juga : Pemda Kawasan Aglomerasi Jabodetabek Harus Kompak
Sebelumnya, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Abraham Wirotomo mengatakan, keterisian tempat tidur di rumah sakit di Jakarta mencapai 45 persen pada Rabu (26/1).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya