Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Pemprov DKI Siapkan Posko Pengungsian
Waspada, Cuaca Ekstrem Diramal Terjadi Di Jakarta
Minggu, 20 Februari 2022 08:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga Jakarta mewaspadai banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi hingga 23 Februari mendatang. Untuk mengantisipasi dampak tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan posko pengungsian.
KEPALA BMKG, Dwikorita Karnawati mengatakan, cuaca ekstrem berpotensi menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, dan lain-lain. Dwikorita menjelaskan, potensi cuaca ekstrem berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, BMKG mengidentifikasi adanya potensi peningkatan curah hujan dalam periode sepekan ke depan di beberapa wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut dipicu oleh peningkatan aktivitas dinamika atmosfer. Seperti aktifnya Madden Julian Oscillation (MJO) yang saat ini berada pada fase 3 di sekitar Samudera Hindia. Serta, menunjukkan kontribusi cukup signifikan terhadap pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. “BMKG memprediksi, wilayah DKI Jakarta berpotensi hujan sedang hingga lebat,” kata Dwikorita dalam keterangan tertulisnya, kemarin.
Menurutnya, BMKG tak bisa bekerja sendiri untuk mitigasi bencana di Tanah Air. Kelima unsur pentahelix harus berperan aktif. Mereka yakni, Pemerintah, akademisi, industri, komunitas, dan media. Peran pentahelix merupakan kunci dalam manajemen bencana di Indonesia. “Kami selalu berupaya melakukannya dengan pendekatan kolaboratif,” jelasnya.
Baca juga : Mensos Paparkan Prosedur Pengajuan Sabam Sirait Jadi Pahlawan Nasional
Dengan memiliki pemahaman yang sama soal bencana antara seluruh unsur, lanjutnya, maka berbagai upaya pencegahan dan strategi dalam menghadapi bencana di tiap daerah dapat diterapkan dengan baik. Sehingga bisa menekan potensi timbulnya korban saat bencana.
Selain itu, konsep pentahelix juga dinilai dapat mengurangi kecenderungan masyarakat untuk terlalu bergantung pada Pemerintah dalam menghadapi bencana. “BMKG terus berpacu dalam menyajikan data yang tidak sekedar cepat, namun juga tepat dan akurat. Kami harap data-data tersebut dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk meminimalkan potensi kerugian akibat bencana,” ujarnya.
Dwikorita menuturkan, penerapan strategi pentahelix tersebut sangat dibutuhkan dalam membangun budaya adaptasi dan mitigasi bencana. Serta penyebarluasan informasi, literasi, edukasi dan advokasi sampai ke tingkat desa, RT/RW, Dasa Wisma, keluarga dan individu untuk mencegah bencana dan mewujudkan zero victim.
Selain itu, strategi ini juga harus diimplementasikan dalam upaya pelestarian dan pemulihan kerusakan lingkungan. Serta membangun kolaborasi dalam observasi dan pengamanan sarana prasarana observasi, juga dalam pengemasan informasi. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau, kepada seluruh warga di Ibu Kota untuk waspada.
Baca juga : Pengusaha Waswas Omicron Meledak Di Bulan Ramadan
Imbauan tersebut disampaikan Anies, melalui insta story akun Instagram resminya @aniesbaswedan. “Terdapat potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang serta gelombang tinggi di wilayah DKI Jakarta,” tulis caption tersebut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Isnawa Adji meminta, unsur Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait mengecek rutin sarana-sarana dan prasarana penanganan banjir di Ibu Kota, khususnya di wilayah langganan terdampak banjir.
Selain itu, menyiapkan lokasi pengungsian di setiap Kelurahan. Dikatakan Isnawa, BPBD Jakarta juga akan menyebarluaskan informasi dini peringatan cuaca dari BMKG kepada Masyarakat dan perangkat daerah terkait baik melalui SMS maupun kanal media sosial milik Pemprov DKI.
Menurut Isnawa, BPBD juga mendistribusikan keperluan evakuasi seperti perahu, ringbouys, jaket pelampung dan lainnya jika terdapat wilayah mengalami banjir. “Dengan adanya Instruksi Gubernur Nomor 59 tahun 2021 tentang Antisipasi Ancaman Banjir dan Angin Kencang Pada Masa Pandemi Covid-19 yang diinisiasi oleh BPBD, sejak bulan Desember 2021 para perangkat daerah telah melakukan beberapa kegiatan antisipasi sesuai dengan tupoksi masing-masing,” kata Isnawa, Jumat (18/2).
Baca juga : Tinjau Banjir Pekalongan, Mensos Waspadai Cuaca Ekstrem
Isnawa menambahkan, langkah BPBD terhadap prakiraan cuaca ekstrem Jakarta yaitu dengan melakukan koordinasi dengan para perangkat daerah untuk antisipasi cepat bila terjadi banjir atau genangan. “Kami juga melakukan peringatan dini melalui SMS blast ataupun bila terjadi siaga 3, 2 dan 1 kepada masyarakat dan aparat di daerah-daerah yang mungkin terdampak,” tegasnya. [DRS]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya